Entri Populer

Senin, 26 Desember 2011

Nice Guys (never) Finish Last

This word that makes guys becoming jerk dan kalimat ini dipercaya oleh banyak ABG labil sampai saat ini untuk menarik wanita jatuh ke pelukan mereka. Bahkan ada yang bukan ABG tapi masih menganut semboyan ini. Mereka percaya bahwa untuk disukai banyak orang (baca: wanita) maka mereka harus menjadi bad guys. A lot of shallow single guys doing this in order to attract girls and yes they did it but yet, they still single. So, bad guys only attract because, offcourse, bad guys different from other guy and girls will pay attention on that.

Bad guys is not the only way to attract and attach girls and not all nice guys finish last. A lot of nice guys even finish first among other bad guys (me, for example hahaha). Nice guys ini selain disukai para wanita juga disukai orang-orang yang lebih tua diatasnya karena mereka bersikap hormat. Mereka juga disukai sesama teman prianya karena mereka tidak arogan dan rendah hati. Nice guys never put girls on their motive because they have higher goals. For them, the passion is their motive. They are very confident on what they do and never put their happiness in a girl hand.

Since we have destined as leader than we should play that role. Bad guys will never take that role but nice guys does. Only true leader will follow by other (including women and money) not the other way around. Jika kita, para lelaki, berfokus untuk menjadi pemimpin maka kita tidak usah khawatir hal lainnya. Jika kita masih berfokus   pada cara memikat wanita dengan memakai berbagai trik, well, what a pity. You waste your time dude. hidup kita tidak menjadi sempurna dengan adanya wanita karena Allah telah menginstal semua yang kita butuhkan. Believe me guys, women do not need a loser or player. What they need is a leader that can lead them to an ever after happiness.

So, be a nice guy (baca: Leader) and you will finish first. Find your passion and be in it. If you already become a nice guy and still finish last, make it sure that you're finish in Allah's heaven.

Salam perjuangan,
Andhika

Minggu, 27 November 2011

Winter 2011

Ah, gak kerasa udah masuk winter lagi aja. Untuk saya, yang musim panas aja pake jaket, ini merupakan awal penderitaan lahir batin. Coba aja bayangin, saya harus pake baju berlapis-lapis yang mana kalo lagi kebelet BAB bisa bikin rusuh. Yang paling parah adalah orang jerman suka gak ngerti kalo di Indonesia suhunya gak pernah lebih rendah dari 20 derajat (kecuali di puncak jayawijaya yang mana habitatnya mungkin cuma cendrawasih putus asa karena sepanjang tahun musim salju). Mereka dengan semena-mena membuka jendela pas pagi-pagi tapi suka lupa nutup karena pemanasnya ada di deket mereka dan bikin saya jadi mirip makanan beku siap saji. Hal lain yang bikin sengsara kalo winter adalah WC. Kalo kita mo ke WC dan abis dipake BAB sama orang lain maka kita harus memilih antara menghirup hawa jahat hasil reaksi samping BAB atau masuk angin karena harus buka jendela agar baunya bisa tersubstitusi dengan udara luar. Oh iya, kalo masuk angin dinegara ini lebih baik jangan kerokan daripada disangka abis dianiaya. Masih mending kalo dianggap tato. Kebiasaan lain yang makin menjadi pas winter adalah merokok. Saya gak pernah percaya kalo rokok bisa menghangatkan tubuh kecuali kalo kita bakar tembakaunya doang, tapi 10 kg.

Tapi gak semua efek winter itu buruk. Efek bagus yang pertama adalah kita dituntut untuk lebih tepat waktu karena kalo engga ya kedinginan karena kelamaan nungguin bis.Keuntungan adanya winter lainnya adalah kita bisa bedain cewe cakep yang diri deket pohon malam-malam adalah kuntilanak atau bukan karena kalo kuntilanak gak akan keluar asap dari hidung (ini efek udara panas didalam tubuh ketemu udara winter) karena dia gak bernapas (just skip this sentence, ini akibat kebanyakan liat tontonan minim intelejensi kaya paku kuntilanank). Kelebihan winter yang lain adalah semua cewe memakai pakaian yang tertutup sehingga tidak membahayakan jiwa para lelaki (by the way, bencong gak masuk itungan) karena ketabrak bis atau truk (pokoknya kendaraan berat lah) akibat jelalatan.

Well, dibalik segala kekurangan dan kelebihan winter alias musim dingin saya tetap bersyukur karena masih diberi kesempatan menikmati indahnya 4 musim yang berbeda dan belajar berbagai ilmu baru di negeri panser. Benarlah kata sebuah pepatah, baik buruknya kondisi kita pastilah memiliki manfaat bagi diri kita yang entah kita rasakan saat ini juga atau dikemudian hari.

Sabtu, 05 November 2011

Kau Tetap (Bukan yang) Terindah...

Hari ini entah mengapa dimulai dengan kabut yang diiringi udara dingin yang membuatku semakin malas memulai aktifitas. Dengan harapan bisa mengusir malasku, aku menyalakan radiao dan memilih stasiun favoritku yang selalu memutar lagu-lagu Indonesia. Entah mengapa pada waktu yang sama setiap tahunnya selalu dimulai dengan cuaca yang tidak bersahabat seakan tahu isi hatiku yang teraduk-aduk setiap mengingat tanggal ini 8 tahun yang lalu. Permulaan kisah pilu yang entah mengapa aku tak pernah lupa. Kisah yang dimulai di awal-awal masa kuliahku di sebuah universitas negeri di Jakarta.

Ketika itu, dihari yang terik, engkau menyatakan cintamu. Keraguan sempat menyeruak dihatiku karena perbedaan jurang yang begitu dalam diantara kita, dimana untuk menyebranginya butuh pengorbanan yang teramat besar, yaitu perbedaan keyakinan. Engkau pun tahu itu dan memintaku mengenyampingkan itu semua, “karena kita hendak belajar mencintai dan melakukan banyak hal indah bersama”. Kau berusaha meyakinkan hatiku yang bimbang. Aku pun sebenarnya telah merasa teduh didekatmu, merasa nyaman, dan tidak pernah takut dihakimi penampilanya seperti lelaki lain. Kau begitu istimewa dan membuatku berandai kau meyakini tuhan yang sama denganku. Seakan terpesona oleh kata-kata indahmu aku kemudian mengiyakan ungkapan cintamu dan berusaha menipu hati kecilku.

Hari-hari ku semakin indah dengan kau yang selalu membuatku terbang ke awan dengan kata-kata cintamu. Kau menemaniku ke perpustakaan kampus, menungguiku praktikum di Lab hingga malam dan mengantarkanku ke mushola kampus didekat jurusan ku jika tiba waktu shalat. Engkau sungguh toleran. Bahkan kau rela kelaparan tiap hari hanya untuk menghormati puasaku di bulan ramadhan. Dengan jenaka kau mengatakan bahwa sesekali cacing-cacing diperutmu perlu diet agar mereka lebih sehat sehingga bisa terus mengurangi lemak yang masuk ke tubuhmu.  Semua ini membuatku lupa bahwa kita tidak seharusnya menjalin hubungan ini.

Diulang tahun pertama hubungan kita kau mengajakku makan malam romantis di sebuah restoran didaerah BSD. Tempatnya yang diatas bukit dengan siraman lilin ditengah temaramnya suasana restoran membuat aura romantis segera menyeruak. Kau memilih tempat tepat mengarah ke pemandangan dibawah bukit. Ditempat ini kau menghadiahkanku MP3 player dengan berisi satu lagu yang merupakan lagu favorit kita yaitu lagu kahitna berjudul engga ngerti.

Aku tahu sebenarnya teman-temanku, terutama yang sejurusan denganku, menyayangkan hubungan kita tapi mereka tidak berani mengatakannya terus terang disamping aku memang selalu berusaha menghindar. Sebagai gantinya mereka semakin agresif mengajakku ikut berbagai pengajian baik di mushola jurusan maupun mesjid kampus. Sesekali aku mengikuti ajakan mereka dan kau begitu antusias mengantar dan menungguiku mengikuti kajian tersebut.

Di awal tahun ketiga hubungan kami terjadilah sebuah peristiwa yang mengubah segalanya. Ketika itu aku bertemu Mba Dian yang dengan apiknya menerangkan mengenai hubungan antar lawan jenis dan konsekuensinya. Aku seakan tertohok oleh kajiannya. Setelah kajian selesai mba Dian mengajakku untuk ikut kajian rutin muslimah dengan kelompok yang lebih kecil lagi dan tanpa sadar aku menganggukkan kepala tanda setuju. Minggu depannya dan minggu-minggu selanjutnya aku rutin mengikuti kajian mba Dian dan tanpa sadar perasaan untuk berjilbab semakin menguat. Ketika aku menyampaikan keinginan berjilbab kau dengan tanggap langsung mengajakku ke boutiqe muslimah dan membelikanku 2 potong baju muslimah dan jilbab pasangannya. Aku terpana melihat sikapmu sekaligus tersayat menyadari tidak semakin dekatnya perbedaan kita. Sambil menggemgam kantong pembungkus baju muslimah tanpa sadar aku meteskan air mata dan kau melihatnya. Disebuah tempat yang sepi kau menepikan mobilmu dan mengajakku keluar mobil. Tanpa kata-kata kau memandangku tajam sambil tersenyum yang entah apa artinya. Aku hanya tertunduk dengan air mata yang jatuh satu-satu. Dengan lembut kau menarikku kedalam pelukanmu dan berkata lirih, “Aku mencintaimu apa adanya dan tak pernah berharap kau  berubah demi aku”. Sambil mengusap air mataku dengan tanganmu serta tersenyum kau berkata lagi, “Kau akan semakin cantik dengan jilbabmu dan aku tetap ingin dirimu”. Kata-katamu membuatku semakin terisak dan sesak. Kau membiarkanku menyelesaikan tangisku dipelukmu sambil mengusap lembut punggungku. Setelah agak tenang, kau mengantarku pulang. Sejak saat itu setiap bertemu denganmu selalu timbul dua rasa berbeda bagai dua sisi koin, bahagia dan galau. Perasaan itu sangat menyiksaku dan membuatku ingin berbagi. Aku memutuskan untuk curhat masalah ini dengan mba Dian selepas kajian rutinku.

Kajian kali ini terasa sangat lambat dan merupakan kajian terhambar yang pernah kuikuti karena bercampur aduknya perasaanku. Akhirnya selesai juga kajian kali ini dan aku segera beringsut mendekati mba Dian dan meminta waktunya agar aku bisa curhat. Mba Dian dengan antusias mendengarkan cerita ku dari A sampai Z hubungan kita. Sebelum menjawab mba Dian terlebih dahulu menghembuskan nafas seakan sedang terhimpit beban berat. Mba Dian memulai dengan pertanyaan retoris apa sebenarnya tujuan sebuah hubungan percintaan. Beliau dengan cepat melanjutkan bahwa tujuan hubungan percintaan adalah bahagia dan tumbuh menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Dulu aku menganggap aku bahagia denganmu tapi mengapa akhir-akhir ini kebahagian itu terasa menguap dengan cepat. Mba Dian menjelaskan bahwa hubungan yang sehat haruslah dilandasi hal-hal yang asasi bukan hanya sekedar lipstik kata-kata indah dan rayuan cinta. Hubungan itu haruslah abadi hingga akhir nanti karena dipertemukan di surgaNya dan hubungan kita tidak akan bisa seperti itu kecuali engkau menrubah keyakinanmu. Mba Dian menyarankan untuk mempertanyakan kembali komitmen cintamu dengan merubah apa yang kau yakini hampir seumur hidupmu. Mba Dian juga menasehatiku untuk menyegerakan menikah daripada berlama-lama menjalin hubungan yang belum tentu jelas akhirnya. Sebenarnya hati kecilku setuju dengan semua ucapan mba Dian tapi entah mengapa aku masih ragu. Dirimu begitu indah dan hari-hariku terasa berbeda denganmu. Kau membuat terik mentari menjadi teduh dengan senyummu. Kau membuat hujan terasa hangat dengan gelora cintamu. Disatu sisi aku masih ingin bersamamu tapi disisi lain aku ingin lepas dari semua perasaan bersalah ini.       

Engkau seolah menyadari perbedaan sikapku walau aku tak pernah menyatakannya. Pertemuan kita tidak seindah dulu. Semakin lama pertemuan kita semakin singkat hingga suatu hari kau mengajakku membicarakan hubungan kita. Kau mengatakan bahwa hubungan kita tidak akan bertahan tanpa aku melepaskan diri dari keinginan merubah keyakinannmu. Sambil menahan rasa yang sulit kulukiskan aku memberanikan diri untuk memintamu memilih antara aku atau keyakinanmu dan kau memilih keyakinannmu. Aku sendiri sebenarnya mengerti keadaanmu. Engkau anak lelaki satu-satunya dan anak tertua dikeluargamu. Engkau lah harapan kedua orangtua mu dan tidak mungkin mengecewakn keduanya. Hari itu, bertepatan dengan 4 tahun kebersamaan kita kau memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita. Sambil meneteskan air mata aku menyetujui nya dan secara resmi berakhirlah hubungan kita. Beberapa bulan kemudian kita diwisuda bersama. 
Disaat yang lain bergembira aku tetap merasa pilu dan hanya sesekali memaksakan diri tersenyum didepan teman-temanku demi menyembunyikan perasaanku  yang sebenarnya.

Kini 4 tahun kemudian ketika aku perlahan bisa melupakanmu datanglah lagu itu. Lagu favorit kita. Liriknya seakan berdentum dihatiku. Lirik ini seakan mewakili ucapanmu.

Mengapa harus
keyakinan memisah cinta kita
Meski cintamu aku
Sesungguhnya
Aku kangen kamu
Dimana dirimu
Aku gak ngerti
Dengarkanlah
Kau tetap terindah
Meski tak mungkin bersatu

Kau selau ada dilangkahku...

Seakan mengimbangi, hati kecilku membalasnya dengan FirmanMu yang selalu kulantunkan setiap kali mengingatmu,

dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. mereka mengajak ke neraka, sedangAllah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya.


Ampuni hambaMu yang lemah ini ya Allah...

Berlin, suatu malam dimusim gugur 

Jumat, 19 Agustus 2011

Menikah itu gak enak kalo...

Ternyata pisah sama keluarga gak enak pisan euy. Tiap hari gak pernah lupa liat tanggalan. Untung aja itu tanggalan gak ada gambar fotomodelnya. Kalo ada mungkin dia ngerasa GR karena saya liatin terus tiap hari karena disangkanya saya naksir. Ah pokoknya kangen tuh bikin jiwa gak sehat dan kerja gak konsen. Temen saya bilang, "itulah untungnya sekolah diluar negeri kalo belum nikah, gak keganggu sama kangen." Tapi bagi saya mah nikah itu anugerah dan gak akan saya tukar dengan apapun, bahkan dengan istri kedua sekalipun (maaf sayang ini cuma becandaan biar keliatan lucu, beneran kok, ya kecuali kalo kamu ngijinin hehehe). Beda negara juga beda pandangan mengenai pernikahan. kalo di jerman, rata-rata orang menganggap pernikahan hanya sekedar beda kelas pajak, kalo bujangan pajaknya 35% tapi kalo nikah jadi cuma 3,5 %. Bahkan di Indonesia juga ada yang memandang pernikahan adalah belenggu dan banyak stereotype lainnya yang menurut saya penyebabnya karena kita gak ngeliatnya dari sisi positif.

Coba kita tinjau alasannya satu persatu.
1. Punya istri itu bikin sengsara karena akan mengurangi memori otak secara drastis. Coba deh perhatiin kalender punya cewe. Itu kalender pasti udah penuh dicorat coret untuk menandai hari-hari penting bagi dia (selain masa subur tentunya ) dan kita dipaksa untuk inget juga. Dari mulai tanggal lahir dia, tanggal pernikahan (kalo yang dua ini masih oke lah), sampe tanggal pertama kali ketemu, tanggal lamaran, sampe tanggal kapan kucingnya ngelahirin anak pertamanya (ini imaginasi saya lho). Pokoknya kita harus inget dan kalo kita gak inget dia akan bilang, "kamu gak perhatian." Masa perhatian dikaitin sama tanggal. Emang gak cukup apa kita bekerja keras untuk dia bahkan sampe rela naik gunung segala dengan resiko ketemu macan atau Mak Lampir, yang mana kedua-duanya sama-sama haus darah.
2. Punya istri itu berarti tiap hari harus latihan telepati, harus ngertiin dia tanpa dia mengucapkan sepatah kata pun. Contohnya suatu hari istri saya keliatan bete pas pulang dari tempat prakteknya (oh ya istri saya seorang dokter). Tau sendiri dong cewe kalo lagi manyun bibirnya agak mancung 5 senti.  pas ngeliat gelagat gak baik langsung saya tanya istri saya dengan mesranya, "Ada apa sayang kok kamu keliatannya lagi bete?" terus dia jawab, "gak kok, biasa ajah (sambil bibirnya tetep monyong)." Fyi, Cewe itu biasanya kalo lagi bete atau ngambek gak mau ngaku kalo kita tanya. Terus saya desak lagi, "Bener nih kamu gak papa?" dan kembali dia jawab "masa udah nikah 4 tahun lebih masih harus dikasih tau kalo istrinya lagi bete!! Kamu bener-bener gak ngertiin aku." Nah ini nih yang repot. Dia lagi bete sama orang lain tapi marahnya ke saya dan dia gak pernah ngasih tau kalo lagi bete tapi saya harus bisa ngerti kalo dia lagi bete. Kalo bukan telepati apa dong namanya? Setelah saya rayu akhirnya dia mau juga cerita kenapa dia bete. Ternyata tadi dia dapet pasien cowo yang kena penyakit kelamin. Pertamanya itu pasien gak ngaku kalo dia suka "jajan" tapi akhirnya ngaku juga dan istri saya terpaksa harus periksa alat vitalnya. Nah inilah salah satu keistimewaan dokter, bisa nyuruh pasien buka baju bahkan celana tanpa kena pasal pornografi. Dia tinggal bilang, "tolong celananya dibuka" dan tanpa ada perubahan ekspresi sedikit pun dimukanya. Untung itu pasien datengnya ke dokter umum bukan ke dokter spesialis jadi gak ketauan deh kenapa dia ke dokter. Menurut saya paling gak enak kalo dateng ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Misalkan aja nih ya ada cowo ganteng kaya saya terus kena penyakit panu di dengkul yang notabene ketutupan celana dan harus dateng ke spesialis kulit kelamin apa coba dugaan pasien lain ditempat itu? pasti mereka menduga, "wah ini cowo pasti udah kena penyakit kelamin." Itu dia kenapa kalo ada masalah kulit saya saranin para cowo untuk dateng ke klinik khusus kulit ajah jangan ke spesialis kulit dan kelamin takut disangka yang engga-engga apalagi sampe ke gap tetangga.
3. Punya istri itu berarti harus sering-sering bohong. Misalkan nih dia abis potong rambut disalon terus ternyata si mba tukang potongnya ngelamun dan jadilah agak pitak dikit yang mana gak bakal keliatan secara istri saya pake jilbab. Yang agak bingung kalo dia curhat ke saya, "Aku sebel banget tadi si tukang potongnya salah potong dan keliatan jadi gak bagus deh." Trus otomatis lah saya bilang, "engga kok sayang, kamu tetep cantik dengan potongan kaya gitu." Nah bohong khan padahal aslinya mirip...ya mirip abis salah potong rambut (gak tega nyebutinnya mirip siapa hehehe). Kemudian seakan tahu isi hati saya dia pasti akan terus memberondong saya dengan pertanyaan selanjutnya bagai polisi nuduh tersangka maling ayam. Terus karena gak tahan saya bilang ya memang agak sedikit pitak tapi masih enak diliat kok. dan abis itu dia langsung ngambek sambil bilang, "Tuh khan honey bohong, giliran dulu pas waktu baru nikah apa aja yang aku pakai selalu dibilang cocok, sekarang salah gunting rambut dikit aja udah komplain!!" Parah deh. Ngomong bohong malah dicurigai, ngomong sebenernya malah dianggap gak sayang lagi. arrgghhh...Jadi ini pelajaran buat saya dan buat anda yang akan menikah inget baik-baik tips saya, sekali berbohong jangan pernah ngaku. terus aja bilang dia cantik walaupun hati nurani protes.
4. Punya istri itu berarti harus selalu siaga karena kalo dia udah punya keinginan suka gak mau tau kita lagi ngapain. Misalnya aja nih dia ngajakin video chat pake skype tapi saya gak bisa. "Sayang, nanti malam kita skype-an yuk." Trus saya jawab, "Aduh aku gak bisa sayang karena ada janji sama temen." Langsung istri saya bilang, "jadi kamu lebih mentingin temen daripada aku? Pasti janjiannya sama cewe lain ya?" Emang gitu tuh kebiasaan cewe. Selalu ngebenturin kepentingan kita dengan dia dan suka dibumbui sama cemburu berlebihan.

Dari 4 alasan diatas tentu aja ada sisi positifnya masing-masing. Mari kita lihat alasan pertama. Kita jadi sering berlatih senam otak karena memaksa otak kita terus mengingat banyak hal. Menurut penelitian, orang yang aktif otaknya akan memiliki potensi lebih sedikit mengalami penyakit pikun. Nah tuh, positif khan. Begitu juga dengan alasan kedua. Dengan tiap hari latihan telepati kita akan lebih halus perasaannya dan lebih empati sama orang lain sehingga tanpa berkata-kata kita udah ngerti keinginan orang lain. Kalo orang itu lagi murung sambil sering puasa senin-kamis langsung aja pinjemin duit karena biasanya udah gak bisa ngutang makan lagi di warteg terdekat. Pada alesan yang ketiga kita harus sadar bahwa kebiasaan berbohong itu kadang membawa kebaikan. hanya ada 3 kebohongan yang diijinkan dalam Islam yaitu: Bohong untuk menyelamatkan nyawa, bohong terhadap pasangan (tapi untuk hal yang positif lho), dan yang terakhir berbohong untuk mendamaikan 2 orang muslim yang saling bertengkar. Untuk alasan yang terakhir membuat saya jadi Family man yang senantiasa memikirkan waktu untuk keluarga di sela-sela kesibukan kantor dan hobi.

Nah kembali lagi ke topik kangen tadi. Menikah itu worth to try karena banyak kebaikan didalamnya. Secara bergurau saya sering bilang nikah itu enaknya cuma 30%, yang 70% enak banget. Atau saya nyesel nikah, nyesel kenapa gak dari dulu aja nikah karena ternyata enak banget. Nikah juga gak harus punya keyakinan yang sama. Biarlah pasangan anda tetap dalam keyakinannya bahwa anda tidak ganteng asal dia mau tetap jadi istri anda.

Dan pesan terakhir untuk istri saya, "Sayang, aku kangen mata kamu yang indah itu. Andai kamu bisa tidur tanpa menutup mata maka aku akan rela begadang memandangi matamu." Miss you so much....

Sabtu, 06 Agustus 2011

Puasa, Gak Sekedar Menahan Laper

Akhirnya bulan puasa tiba juga. Ini puasa pertama saya yang jauh dari keluarga. Tapi bukan cuma itu yang bikin puasa kali ini 'menarik'. Yang bikin puasa kali ini berbeda karena saya menjalaninya dengan kurang tidur. Coba bayangin buka puasa jam 9 malam, selesai tarawih jam 12 malam, dan subuh jam setengah 4 pagi. Sebuah timeline yang menarik bukan. Kalo fakta ini kurang mengejutkan anda, kembali saya ingatkan kalo setiap hari kita di Berlin harus puasa kurang lebih 18 jam ditengah teriknya matahari dari jam 12 sampe jam 8 sore (karena matahari baru mulai mendingan menjelang buka puasa). Cukup kuat untuk jadi alibi ngerasa lemes seperti ...ya seperti belum makan  sejak jam 3 pagi hehehehe.

Ngomong-ngomong soal puasa, kata ustad tetangga puasa itu gak sekedar menahan laper ( yang semua orang juga tau coy). Bahkan saking ngertinya, para bokepers (para pecinta materi bokep a.k.a porno) indonesia ikut mengurangi aktifitasnya surfing konten bokep di internet. kenapa saya tau karena ada orang iseng yang sudah melakukannya dan diposting di milis mesjid berlin. Sungguh postingan yang berguna apalagi diposting dimilis mesjid dibanding posting hadits pahala orang berpuasa (dasar kurang kerjaan).

https://lh6.googleusercontent.com/-d2nCEH65J1Q/TjvP4hRTFHI/AAAAAAAAAeY/tcFu9a63lyE/gtrends-puasa.png














Kalo diliat dari grafik diatas ternyata para bookepers memperlihatkan 'toleransinya' terhadap bulan ramadhan dengan menurunkan aktifitas surfing bokepnya. Secara kalo kebanyakan nonton bisa batal tanpa sengaja kali. Kalo di Indonesia sih enak, jangankan jupe, ayam aja kalo boleh pake baju panjang kali dibulan puasa. Semua orang mendadak tobat. Beda banget sama disini. Disini godaannya plus plus plus. Udah bukanya lama dan semua orang makan dengan enaknya, trus semua cewe disini (gak terkecuali nenek-nenek) dengan senang hati memakai pakaian yang bikin kita para cowo jadi  blingsatan kalo ngeliat. Ammpuun deh....

Untuk mengimbangi itu semua Mesjid Al-Falah di Berlin dengan sadarnya membuat variasi acara yang bikin orang tetep inget sama puasanya. Saya, yang notabene mudah tergoda, seneng banget dan hampir tiap hari ikut acara di mesjid berlin tersebut (terutama acara buka puasanya yang gratisan dan enak hehehe). Buat temen-temen yang tinggal di berlin bisa datang ke mesjid yang alamatnya di jalan Feldzeugmeisterstr. 1, 10557 atau bisa diliat disitus http://www.iwkz.de/index.php/in/awal. Dengan sudah adanya kajian banyak tersebut marilah kita jadikan ajang Ramadhan ini sebagai bulan memperbaiki diri dan jadi manusia yang lebih baik dibulan-bulan selanjutnya.

Jumat, 29 Juli 2011

Kenangan Waktu Demo

Dulu waktu saya mulai kuliah sekitar tahun 2000, Indonesia masih memasuki masa-masa transisi dari orde baru ke orde reformasi. Dimasa ini pula pertama kali ada pemilu yang demokratis sejak 32 tahun yang lalu. Selama 6 pemilu sebelumnya pemenang pemilu sudah diketahui sebelum pemilu tersebut dimulai. Tapi gak semua dimasa orde baru itu jelek. Contohnya, alih-alih harus menghapal 6 presiden kita cuma harus menghapal 2 presiden. Selain itu juga kita jadi lebih nasionalis karena dipaksa menghapal semua lagu perjuangan yang udah dikumpulin dalam 1 buku. Dulu waktu SD sering banget guru saya salah sangka dengan nama saya yang berakibat fatal. Saya selalu dikira mempunyai nama depan A padahal nama saya dimulai dengan huruf depan M (Muhamad Andhika).  Jadi kalo ada hapalan lagu nasional atau pergantian kabinet nama saya salah satu yang dipanggil paling duluan. Kalo disuruh ngapalin nama menteri sih mending namanya pendek-pendek dan gak tiap tahun ganti, lah lagu perjuangan panjang-panjang. Pernah gurunya bilang "oke kita akan tes lagu perjuangan tapi tidak sesuai dengan absen. ya yang pertama kali nyanyi adalah andhika" halah sama aja itu mah. Tapi sisi positifnya saya jadi hapal banyak lagu perjuangan, gak kaya anak sekarang yang hapalnya lagu keong racun. Malah saking hapalnya anak kecil sama lagu ini, pas dia diajak tidur siang sama pembantu nya (yang baru direkrut oleh ibunya beberapa hari lalu dari daerah jawa) langsung nyanyi " dasar kau keong racun, baru kenal udah ngajak tidur".

Oke cukup mengingat masa kecil dan balik ke masa kuliah dulu. Saya melalui masa-masa ini dengan senang tidak terkecuali senang namanya paling diingat sama dosen bagian akademik. Saya sempat GR juga sih karena dosen ini ingat nama saya tapi ke -GR-an saya langsung lenyap seketika ketika teman saya bilang "jelas aja dia inget nama lo secara lo ambil daftar nilai sementara di dia selama 3 semester berturut-turut karena IPS (indeks prestasi sementara, inget lho MASIH SEMENTARA) lo dibawah 2". Entah kenapa rasanya sulit banget bagi saya dapet nilai A atau B padahal saya udah belajar keras, saking kerasnya sering ketiduran kalo ada belajar bareng pas masa ujian. Untuk menghibur diri dari bencana IPS satu koma saya mengikuti banyak kegiatan ekskul kampus. Cukup bingung juga karena saya ingin ikut kegiatan kampus yang ada unsur olahraganya, ada unsur jalan-jalannya, dan yang terakhir bisa masuk TV atau koran. Entah karena kecerdasan yang minim atau kesambet jin saya memilih ikut kegiatan demonstrasi. Saya liat semua tercakup disana. Ada unsur olahraga (harus siap lari biar gak ketangkep brimob), ada unsur jalan-jalannya (minimal jalan menyusuri jalan-jalan protokol), terus bisa masuk TV lagi (suka diwawancara kru TV kalo lagi aksi). Maka kemudian dimulailah petualangan saya sebagai seorang pendemo yang mana pengalaman ini gak cuma seru tapi juga lucu.

Demo pertama saya adalah ke gedung DPR/MPR untuk menuntut pembentukan pansus Bulog Gate yang melibatkan presiden Gus Dur. Ketika itu gedung DPR/MPR menjadi tempat favorit pendemo. Pernah suatu ketika kami berdemo disana dan ada komando untuk merubuhkan pintu DPR/MPR. Di lain pihak ternyata sepasukan polisi disuruh komandannya untuk mempertahankan supaya mahasiswa tidak masuk kedalam gedung. Saling dorong mendorong ditengah teriknya matahari membuat emosi tidak terkontrol dan akhirnya polisi mengalah untuk menjaga dibalik pintu gerbang. Melihat kejadian ini mahasiswa menjadi lebih semangat dan terus menggoyang pintu gerbang. Ditengah heroiknya menggoyang pintu gerbang yang tak kunjung rubuh ada yang berteriak untuk masuk ke dalam gedung dengan cara menaiki beramai-ramai. Wah psycho juga ni orang. Dia gak sadar apa itu pager tingginya 5 meter dan diatasnya ada kawat berduri. Belum lagi dibawah udah nungguin herder brimob yang entah udah berapa abad gak makan daging orang. Saya jadi inget kejadian di Film Lebak membara dimana ada adegan yang masih saya inget sampe sekarang. Seorang jagoan kampung memaksa masuk ke gedung belanda dengan menaiki pagar. Tentara Belanda kemudian menembakinya tapi gak mempan karena dia pake jimat. Begitu berhasil melewati pagar eh jimatnya ketinggalan di pagar ya udah pas ditembak lagi mati deh dia. Kembali ke adegan pagar tadi, berhubung tidak ada diantara kita yang memakai jimat dan herder gak punya pantangan jimat maka sepertinya memanjat pagar adalah tindakan yang tidak bijak. Setelah beberapa waktu menggoyang pagar maka runtuhlah pagar dan ketika pagar itu rubuh polisi kemudian menembakkan gas air mata yang rasanya pedih banget di mata. Wah waktu itu saya takut kalo mereka bakal nembak pake peluru beneran. Mana belum nikah lagi dan belum bikin surat wasiat. Setelah itu merubuhkan pagar gedung DPR/MPR menjadi tren demo mahasiswa hingga akhirnya kita berhasil menurunkan Gus Dur.

Bagi kami demo juga sarana untuk mengenakan jaket almamater yang lebih sering dipajang dirumah. Ada sekelumit rasa bangga mengenakan jaket ini yang merupakan ciri khas kampus kami. Di sela-sela demo kita malah berburu kancing karena biasanya di kancing jaket almamater tersebut ada lambang kampusnya. Jadilah jaket saya yang atas lambang UI, terus gambar gajah duduk, dan terakhir lambang IPB. Belum lagi kalo ada bagi-bagi konsumsi dan yang ngebaginya cewe-cewe cakep. Wah pada berebutan tuh. Saya yang waktu itu belum nikah (sekarang udah dan belum berani minta nambah) cuma ngeliatin aja sambil istirahat sebelum long march kembali.

Ya itulah sedikit kisah heroik saya yang mudah-mudahan dihitung amal sholeh di hari kiamat nanti karena sudah berpartisipasi memperbaiki negeri ini. Kangen nih masa-masa itu. Love all the good things and learn from the bad things.

Sabtu, 02 Juli 2011

Godaan Sang Penakluk

Eitts, jangan salah paham dulu ini bukan saya yang sedang tergoda (ehmmm...ya dikit sih hehehe). Emang udah dari sononya kalo godaan paling besar dari cowo tuh kalo engga cewe ya wanita (halah sama aja). Sejarah sudah membuktikan bagaimana dahsyatnya godaan wanita. Adam ajah yang udah di sorga masih tergoda sama hawa, terus Nabi Yusuf yang kalo engga dikasih tanda sama Allah udah jatuh dipelukan Zulaiha. belum lagi kisah kaisar romawi yang kepincut cleopatra. Semua itu bukti kalo jagoan paling kuat pun masih punya potensi dikalahkan oleh tulang rusuknya sendiri (baca: wanita).

Remember guys, paragraf diatas bukan dibuat untuk jadi justifikasi kita kaum lelaki untuk jatuh ke pelukan wanita (apalagi yang sudah beristri seperti saya) tapi justru untuk peringatan. Jika anda para bujangan belum siap membuat komitmen sebaiknya jangan coba bermain api dengan flirting sana flirting sini. Emang kadang suka ada aja sih cewe yang bikin cowo tertarik sampe tuyul aja bakal rela ngeborong semua tonik rambut supaya bisa ditaksir nih cewe. Emang gak dipungkiri kalo cowo punya radar tajam kalo soal cewe (apalagi yang cakep) karena ya cowo juga manusia yang memang suka dengan keindahan.

Terus gimana dong kita dapet pasangan kalo kita gak berusaha deket sama mahluk manis itu? Nah inilah perbedaan saya dengan cowo ganteng lainnya. Bagi saya menemukan pasangan yang tepat tetep perlu usaha tapi usahanya lebih pada perbaikan diri sendiri karena bagaimanapun kerasnya usaha kita kalo Allah nentuin itu bukan jodoh kita ya gak bakal jadi pasangan kita lah. Pasangan kita ibarat cermin diri kita. ibaratnya nih gak mungkin lah ayam bisa kawin sama ikan karena beda spesies dan beda alam. Gak mungkin lah kita nemuin wanita berjilbab nan sholehah di tempat dugem. Kalo kitanya buruk ya pasti akan memantulkan yang buruk. Gak mungkin dong pas kita bercermin eh yang muncul bayangannya brad pitt. yang dimaksud buruk disini bukan (cuma) fisik tapi juga akhlak. Doa saya dulu waktu lagi nyari istri sih gini: ya Allah, gak papa deh saya dapet istri yang cantik asalkan akhlaknya bagus (yee, itu mah impian semua orang).

 Jadi bagi bujangan para pencari cinta, takkan kemana cinta dicari dan takkan tertukar. Daripada sibuk menebar tebar pesona dimana-mana mending sibuk menebar kebaikan dimana-mana. Siapa tahu ini menjadi syarat dalam mendapatkan pasangan yang ideal buat kita. Sering kali selalu merasa apa yang kita dapatkan tidak sesuai dengan keinginan kita. Padahal sebenernya Allah sangat sayang kepada kita mahluknya sehingga Allah tidak selalu memberi apa yang kita inginkan tetapi selalu memberi apa yang kita butuhkan. Jadi kalo sekarang masih jomblo dan ngerasa gak bakal ada cewe yang tertarik jangan putus asa dulu karena cinta itu memang tidak perlu dicari. Sifat cinta adalah dia akan datang pada orang-orang yang memang layak untuk dicintai. Buatlah diri kita layak dicintai seperti yang diinginkan pemilik cinta sebenernya maka cinta itu akan datang dari arah yang tidak kita sangka-sangka.

ps: Aku tidak pernah ingat kapan pertama kali jatuh cinta padamu karena setiap kali melihatmu aku akan kembali jatuh cinta lagi. Sering aku berfikir bagaimana mungkin surga tidak menyadari telah kehilangan salah satu bidadarinya.....Bagiku kaulah bidadari dalam hidupku yang selalu membuatku merasa lelaki paling beruntung didunia. Miss you a lot my angel....

Jumat, 03 Juni 2011

Praktikum Kimia Analisa

Semua mahasiswa kimia mipa pasti dapet praktikum ini karena praktikum ini termasuk ikonnya jurusan kimia. Saking terkenalnya temen2 saya suka kurang lengkap nyebutnya. Contoh fragmen sebelum praktikum:

temen: "dhik, ayo ke lab anal!"
saya: "gak ah kejauhan."
temen: "kejauhan?" (sambil jidat mengerut )
Saya: "Ya iya lah, lab anal adanya khan di Salemba. emang disini ada lab buat ngecek b*k*ng"
Temen: "&%$)=!" yang artinya &%&/(&/=  

Ini lab emang top abis. Kepala labnya dosen senior ibu Endang, doktor kimia lulusan luar negeri. Sebagai gambaran seberapa seniornya dosen ini adalah beliau sudah mengajar ketika bapak saya masuk jurusan ini padahal bapak saya kimia angkatan 73. Jadi boleh dibilang dosen 2 generasi. Ibu yang satu ini terkenal killer dan galak. Saking masyur nya setiap ketemu alumni kimia UI salah satu pertanyaan favorit adalah: Bu Endang masih ngajar gak? Tapi emang beliau pinter banget dan saya salut sama kerja beliau.

Ketika saya menjalani praktikum di lab ini banyak ceritanya baik lucu maupun derita, yang mana keduanya dilalui dengan kondisi kurang sehat. Well, tiap praktkum kita wajib minum susu untuk menetralisir racun (katanya sih, bener gak ya?) yang mana tidak selalu saya lakukan karena mepetnya kondisi keuangan..

Jadi tahapan praktikum di lab ini adalah kita harus menganalisa sampel yang diberikan oleh asisten lab. Season pertama analisa kualitatif dan mingu pertama sampel mengandung 1 anion dan 1 kation. minggu berikutnya meningkat sampe terakhir 4 kation 4 anion. terus ujian dengan unknown sample. Pas minggu pertama sih kita masih exciting banget. minggu kedua, "kok kurang 1 anion ya?". Minggu ketiga, "sempat terpikir mampir ke kuburan deket asrama UI, siapa tau dapet wangsit tapi pasti syirik". Minggu keempat,"kayanya saya salah masuk jurusan nih". Malah temen saya sampelnya sempet dibuang padahal dia belum selesai analisa. Untung sebelum ngelab udah sarapan kalo engga bisa muncul dikoran kriminal gara-gara ada mahasiswa makan orang pas praktikum kimia analisa.

Anyway, Setelah sempat kurang gizi dan kurang tidur karena praktikum sampe malam dan ngerjain laporan akhirnya selesai juga praktikumnya. Beberapa tahun kemudian barulah saya menyadari bahwa inilah salah satu kompetensi utama dari seorang chemist dan saya harus merelakan waktu senggang saya untuk belajar lagi berhubung dulu pas praktium gak terlalu banyak yang saya dapat. So guys, jangan lemah, jangan lengah, dan jangan putus asa karena belanda masih jauh oopss, maksudnya keep study and don't let your mistakes stand in the way.

Selasa, 31 Mei 2011

IPK kamu berapa??

Dulu waktu dikampus ini pertanyaan paling tabu sejagat. Saking tabunya sampe-sampe kita menganggapnya setara dengan isu SARA (suku, ras, agama). Karena tabu itulah justru jadi bumerang karena bagi yang males belajar kaya saya. Enjoy ajah pas dapet IP jelek. Orang tua saya sih saking pasrahnya hampir sujud syukur waktu saya diperbolehkan memulai penelitian karena SKS nya dah cukup. Ibu saya bilang "akhirnya Allah mendengar juga doa mamah".

Pas masuk penelitian saya terkejut ternyata dunia diluar sana memang kejam. Mereka gak pandang bulu (lagian kurang kerjaan amat bulu pake diliatin), siapa yang nilainya bagus maka akan dapat kesempatan dipanggil untuk tes. saya jadi gundah gulana karena saya tau bahwa dengan IPK sekarang dan sisa mata kuliah yang ada tampaknya IPK saya gak akan mencapai cum laude (sebenernya gak nyampe 3 sih, biar keliatan keren aja mepet cum laude hehehe). Saya menyesali kenapa dulu saya gak belajar dengan serius. ah emang penyeselan datengnya selalu belakangan. Temen saya mencoba menghibur saya "tenang aja dhik, mahasiswa yang IPK nya 3 aja belum tentu gampang dapet kerja apalagi yang IPK nya kecil". Ah minta disiram pake HCl pekat ni orang.

Pas lulus, Bapak saya seneng banget dan bilang Alhamdulillah akhirnya kamu lolos juga. Nah ini nih yang gak enak. Emang beda kata-nya sih dikit antara lulus dan lolos tapi artinya beda jauh. tapi Alhamdulillah masih diijinin lulus sama Allah. Setelah lulus saatnya mencari kerja. Tapi entah mengapa dalam usaha mencari kerja saya dimudahkan. Dari 6 lamaran, yang lima dipanggil walaupun yang mau nerima saya cuma 1. Mungkin si manager berpikir kayanya ini orang baik jadi layak diberi kesempatan. Tapi menurut saya, saya bisa lolos seleksi karena syarat utamanya bukan ganteng. Kalo iya masa saya bisa lulus. hehehehe...

Lulus udah, kerjaan udah, sekarang giliran membuktikan kalo manajer pabrik tempat saya bekerja salah dengan cara mencari cewe yang menganggap saya ganteng dengan bersedia menjadi istri saya. Alhamdulillah karena kegantengan tersebut saya dimudahkan mendapatkan istri yang cantik, seksi, dan sholehah. buktinya cuma butuh sekali kenalan langsung dia terima lamaran saya dan orang tua saya. hahahaha.....
Ternyata setelah menikah baru saya tau kalo kita beda keyakinan.  Tapi karena cinta kami yang begitu kuat kami bisa tetap bertahan menjadi suami istri hingga sekarang dan istri saya tetep dalam keyakinannya kalo saya gak ganteng dan saya tetap dengan keyakinan saya kalo saya ganteng. lho....

Saya sadar IPK saya yang dibawah 3 ini ibarat bom waktu yang akan meledak kapan saja. Karena itu untuk menyiasatinya saya kuliah S2 di kampus yang sama. Saya berniat tidak seperti keledai yang jatuh di lubang yang sama. Ternyata Alahamdulillah saya bisa lulus dengna IPK lebih dari 3. Bener aja begitu lulus ada kesempatan kerja dengan gaji gede tapi syaratnya IPK 3. Wah pas banget deh. Berkat doa orang-orang yang saya cintai, dan IPK 3 tentunya, akhirnya saya bisa diterima disana walaupun cuma sebagai pegawai kontrak. Gajinya 4 kali lipat gaji saya dikantor yang sebelumnya.

Well, ibrohnya adalah jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan karena mungkin gak dateng lagi. Saya gak mungkin balik lagi kemasa kuliah S1 karena waktu gak bisa diulang. Ibroh lainnya, belajarlah dari kesalahan dan lakukan yang terbaik di kesempatan berikutnya. Semoga teman-teman pembaca bernasib lebih baik dari saya. Kalo engga saya akan memberi nasihat persis ketika teman saya ngasih nasihat ke saya " Nilai gede gak menjamin gampang dapet beasiswa apalagi yang nilainya kecil" wkwkwkwkwkwk.......

Senin, 30 Mei 2011

Termodinamika

Sebagai anak kimia tentu termodinamika, yang merupakan bagian dari kimia fisika (KF), bukan merupakan kata yang asing. Kimia fisika ini sejenis mahluk ganas yang dapat membuat hampir semua mahasiswa kimia sakit kepala. Saya bilang hampir, karena ternyata ada juga mahasiswa yang dengan riangnya berkomentar "kuliah tadi seru banget yah" ah bikin saya tambah menderita karena harus sering keluar duit traktir dia supaya mau menularkan ilmunya ke saya.

Di kimia fisika 1 saya terkaget-kaget kok ada ya manusia yang bisa bikin teori segini rumitnya. Saya ajah, jangankan nemuin, belajarnya aja udah bikin pengen ikut SPMB lagi dan pilih ekonomi. Kayanya tiap minggu huruf yang jadi topik ganti-ganti mulu. Minggu kemaren U, minggu ini H, eh cuman bolos sekali hurufnya udah nyampe S. KF 1 ini emang fokusnya termodinamika sehinggga yang diajarin adalah kerja, panas, dan kisah perselingkuhan diantara keduanya sehingga menghasilkan 3 hukum thermodinamika. Tapi jangan girang dulu, ternyata masih ada satu hukum lagi yang disebut hukum ke nol. Emang sih cuma ada 4 hukum tapi itu mencakup 9 bab, 2 ujian, dan 1 nilai C. Temen yang ngajarin saya bingung kok ada mahasiswa yang seneng dapet nilai C padahal dia aja kurang puas sama nilainya walaupun dapet nilai 89 (yang notabene layak dapet A)  karena kesalahannya minor (minta dicangkok ni orang otaknya).

Apakah kisah termodinakmika selesai? ternyata tidak sodara-sodara. Kayak sinetron, ini kuliah juga ada seasonnya. Season kedua saya belajar topik ini di kuliah master saya. Kirain season dua lebih mudah karena udah pernah belajar eh ternyata tetep susah. Ada sih yang pernah bisikin kalo mo gampang belajar termo bukunya direbus trus airnya diminum. Tapi sisi waras saya mengatakan jangan karena bisa menambah sisi tidak waras saya. Udah gitu entah kenapa ini kuliah ditaro dijam terakhir, jam 7 sampe jam 9 malam. Orang lain mah jam segini mesra-mesraan (kuliah diadakan tiap hari sabtu) saya malah berusaha menahan kantuk dan berdoa supaya dosennya ada acara dan kita bisa selesai lebih cepat. Waktu berjala serasa cepat dan tibalah saatnya ujian. Alhamdulillah ujiannya take home jadi ada kesempatan dikerjain barengan. Akhirnya season 2 selesai dengan happy ending, nilai B.

Setelah saya bekerja ternyata konsep termodinamika inilah yang banyak dipake. Sebagai geochemist, termodinamika sangat powerfull menggambarkan proses geothermal dari sisi kelimpahan unsur kimia di reservoar. Dalam hati saya, ah masuk season 3 nih. Tapi ternyata udah berusaha keras belajar eh malah gaji saya diturunin sama sdm tempat kerja saya. Wah minta disantet nih manajer sdm nya. Untung ajah saya masih pengen masuk surga sehingga gak tertarik ngontrak dukun ternama buat nyantet dia. Dengan berat hati saya pindah ke tempat lain yang menjadikan termodinamika lebih vital. Ah harus nambah season lagi ternyata. Sempet kepikir ini termo mo ngalahin cinta fitri apa ya? dan memang selama saya menggeluti geokimia saya gak akan pernah lepas dari termodinamika. Yah mo diapain lagi, ternyata saya harus temenan sama si termo seumur hidup. hidup termo, hidup termo!!! saya? entahlah, mungkin sedang berfikir nambah anak lagi karena nambah anak secara empiris telah terbukti lebih enak dari belajar termo hahahahaha.....

Minggu, 27 Februari 2011

50 FIRST DATES

Ada yang pernah nonton film ini? itu lho yang pemerannya Adam Sandler dan Drew Barrymore. jadi ceritanya ada seorang cowok yang jatuh cinta sama cewek yang punya penyakit  tidak bisa menyimpan memory lebih dari 1 hari akibat kecelakaan yang pernah dialaminya. Si cowok harus berusaha bikin cewek ini jatuh cinta tiap hari supaya mereka bisa menikah. Bahkan setelah menikah pun tetep aja si cowok harus bikin si istrinya ini juga jatuh cinta tiap hari.

Saya terkesan banget pas nonton film ini dulu pas masih kuliah karena pesannya jelas banget dan touchy buat saya. Saya berandai-andai kalo saya jadi cowoknya mungkin dari 10 percobaan untuk bikin wanita yang sama jatuh cinta sama saya belum tentu ada satupun yang berhasil (apalagi belum pernah bikin cewek jatuh cinta sama saya, selain istri saya tentunya). Terus terang saya gak pandai ngerayu, ngegombal, atau apalah istilahnya yang bikin cewek jatuh hati ditambah tampang saya rata-rata (maksudnya rata-rata cowok ganteng pada umumnya hehehe) trus tiba-tiba disuruh bikin wanita jatuh cinta tiap hari ke saya. Wah berat banget tuh.
Ketika menikah dan kemudian masa-masa indah pengantin baru berakhir maka saya dan istri mulai menjalani hidup seperti biasanya dan bagi saya ini kurang pas. ternyata setelah saya tonton film ini lagi ditambah pisah sama istri wah saya seperti dapet inspirasi lagi. Ternyata yang salah ya saya. Udah tiap hari dilayani trus males ngasih penghargaan apalagi banyak keluhan ya terang aja bikin istri saya bete walaupun dia gak ngomong tapi saya pasti bakal ngerasa kaya gitu. Padahal kondisinya lebih mudah lho buat bikin istri saya jatuh cinta (lagi) ke saya karena dia tidak menderita sakit lupa ingatan dan juga (terpaksa) mencintai saya (karena dah terlanjur nikah dan punya anak hahahaha). 

Sebenernya Rasulullah udah ngasih tips juga lho kaya ngasih panggilan sayang ke istri. sering tuh saya denger kalo belum punya anak manggilnya honey tapi pas udah punya anak manggilnya udah beda lagi. selain itu pujian juga perlu karena wanita itu lemahnya di kuping. biar udah tau gombal tapi tetep aja kalo ada yang muji (apalagi suaminya) pasti seneng. dan yang paling utama wanita itu suka didengarkan. Ya itu yang saya tau dari bukunya John Gray. humor juga bisa bikin istri jatuh cinta lagi lho. Bahkan menurut stephen covey, pengarang buku 7 habbits, cinta itu kata kerja bukan kata sifat. Jadi proses mendapatkan cinta ya harus diusahain dan itu usaha yang long lasting. 
  
So, kayanya harus diakhiri tulisannya nih karena saya harus ngumpulin humor dan mikirin rayuan maut kaya apa yang bikin istri saya jatuh cinta lagi ke saya pas saya pulang nanti ke Jakarta (selain oleh-oleh dari berlin tentunya). Semoga usaha saya bikin istri saya jatuh cinta terus ke saya diitung ibadah sama Allah dan nambahin pundi amal saya. Aamiin. 

Selasa, 22 Februari 2011

proposal nikah

PROPOSAL NIKAH

Latar Belakang
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita. Amin
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : "Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu".
Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah, hanyalah kehancuran yang didapatkannya..Na'udzubillah ! Dan Allah telah berfirman :
"Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor" (Qs. Al Israa' : 32).
Ibunda dan Ayahanda tercinta..melihat pergaulan anak muda dewasa itu sungguh amat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat kepada Allah. Seolah-olah, dikepala mereka yang ada hanya pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. "Saya nggak sempat mikirin kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu," ataupun Kerja belum mapan , belum cukup siap untuk berumah tangga, begitu kata mereka, padahal kurang apa sih mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan bersabar agar tak berbuat maksiat. Wallahu a'lam.
Ibunda dan Ayahanda tersayang.. bercerita tentang pergaulan anak muda yang cenderung bebas pada umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk saya torehkan. Setiap saya menulis peristiwa anak muda di majalah Islam, pada saat yang sama terjadi pula peristiwa baru yang menuntut perhatian kita.. Astaghfirullah.. Ibunda dan Ayahanda..inilah antara lain yang melatar belakangi saya ingin menyegerakan menikah.
Dasar Pemikiran
Dari Al Quran dan Al Hadits :
1.   "Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan karunianya. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui." (QS. An Nuur (24) : 32).
2.   "Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah." (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).
3.   Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui�� (Qs. Yaa Siin (36) : 36).
4.   Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).
5.   Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).
6.   Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).
7.   Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. (Qs. An Nisaa (4) : 1).
8.   Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).
9.   Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja..(Qs. An Nisaa' (4) : 3).
10.    Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata. (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).
11.    Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: "Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !"(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).
12.    Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).
13.    Dari Aisyah, "Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu�� (HR. Hakim dan Abu Dawud). 14.Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya." (HR. Baihaqi).
14.    Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).
15.    "Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) : a.Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b.Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c.Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram."
16.    "Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara." (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud).
17.    Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Abu Dawud).
18.    Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).
19.    Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).
20.    Rasulullah SAW. bersabda : "Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah" (HR. Bukhari).
21.    Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Abu Ya��la dan Thabrani).
22.    Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat. (HR. Ibnu Majah,dhaif).
23.    Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).
Tujuan Pernikahan
1.   Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.
2.   Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.
3.   Mewujudkan keluarga Muslim menuju masyarakat Muslim.
4.   Mendapatkan cinta dan kasih sayang.
5.   Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri (menghindarkan diri dari perbuatan maksiat / perilaku hina lainnya).
6.   Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).
7.   Meluaskan kekerabatan (menyambung tali silaturahmi / menguatkan ikatan kekeluargaan)
Kesiapan Pribadi
1.   Kondisi Qalb yang sudah mantap dan makin bertambah yakin setelah istikharah. Rasulullah SAW. bersabda : ��Man Jadda Wa Jadda�� (Siapa yang bersungguh-sungguh pasti ia akan berhasil melewati rintangan itu).
2.   Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum).
3.   Termasuk tathhir (mensucikan diri).
4.   Secara materi, Insya Allah siap. Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya (Qs. At Thalaq (65) : 7)

Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan
1.    Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.
2.    Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.
3.    Tidak tenangnya Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi ketenangan dan kasih sayang bagi orang yang menikah.
4.    Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannya kewajiban menikah saat syarat yang Allah dan RasulNya tetapkan terpenuhi. Apalagi sampai bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Rasulullah SAW. bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan." (HR. Ahmad) dan "Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya" (HR. Thabrani dan Baihaqi).. Astaghfirullahaladzim.. Na'udzubillahi min dzalik
Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai berikut ini :
Ø  Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang disandang:Ir, DR, SE, SH, ST, dsb
Ø  Pesta pernikahan yang wah / mahar yang tinggi, sebab merupakan kebanggaan tersendiri, bukan di selenggarakan penuh ketawadhu'an sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya mencari ridha Allah dan RasulNya. Bukan di campuri dengan harapan ridha dari manusia (sanjungan, tidak enak kata orang). Saya yakin sekali.. bila Allah ridha pada apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.)
Ø  Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua.
Ø  Masyarakat menganggap pernikahan akan merepotkan Studi, padahal justru dengan menikah penglihatan lebih terjaga dari hal-hal yang haram, dan semakin semangat menyelesaikan kuliah.
Memperbaiki Niat :
Innamal a'malu binniyat....... Niat adalah kebangkitan jiwa dan kecenderungan pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang dituntut yang penting baginya, baik secara segera maupun ditangguhkan.
Niat Ketika Memilih Pendamping
Rasulullah bersabda "Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya."(HR. Thabrani).
"Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama". (HR. Ibnu Majah).
Nabi SAW. bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab (akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya) (Al Hadits).
Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda, Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama." (HR. Muslim dan Tirmidzi). Niat dalam Proses Pernikahan
Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terus menyertai berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan. Mulai dari memberi mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Walimah lebih dari dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hari ketiga termasuk riya'. "Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan."(Qs. An Nisaa (4) : 4).
Rasulullah SAW bersabda : "Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya" (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih). Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda, "Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)" (HR. Ahmad). Nabi SAW pernah berjanji : "Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya." (HR. Ashhabus Sunan). Dari Anas, dia berkata : " Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya" (Ditakhrij dari An Nasa'i)..Subhanallah..
Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhana dan mudah insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat, memudahkan proses pernikahan bisa menjernihkan niat. Sedangkan mempersulit proses pernikahan akan mengkotori niat. "Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing." (HR. Bukhari dan Muslim)
Pernikahan haruslah memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah. Yang dimaksud Lillah, ialah niat nikah itu harus karena Allah. Proses dan caranya harus Billah, sesuai dengan ketentuan dari Allah.. Termasuk didalamnya dalam pemilihan calon, dan proses menuju jenjang pernikahan (bersih dari pacaran / nafsu atau tidak). Terakhir Ilallah, tujuannya dalam rangka menggapai keridhoan Allah.
Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ; misalnya : adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak berlebih-lebihan, tidak makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat biasanya standing party-ini yang harus di hindari, padahal tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian), Pengantin tidak disandingkan, adab mendo'akan pengantin dengan do'a : Barokallahu laka wa baroka 'alaikum wa jama'a baynakuma fii khoir.. (Semoga Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidak bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan ("Dan janganlah bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yang pertama" - Qs. Al Ahzab (33),
Meraih Pernikahan Ruhani
Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada Allah, maka ia akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya. Secara psikologis, seseorang akan merasa tenang dan tentram jika berdampingan dengan orang yang sama dengannya, baik dalam perasaan, pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena itu, berbahagialah seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan hidupnya, yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. Mereka saling mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan untuk Allah.
Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan merindukan Allah. Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang berlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti perjalanan menuju Allah, kekasih yang mereka cintai. Itulah yang dimaksud dengan pernikahan ruhani. Kalo Kita Berkualitas Di Sisi Allah, Pasti Yang Akan Datang Juga Seorang (Jodoh Untuk Kita) Yang Berkualitas Pula (Al Izzah 18 / Th. 2)
Penutup
"Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas, karena Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas." (Qs. Al Maidaah (5) : 87).
Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Qs. Alam Nasyrah (94) : 5- 6 ).
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya sayangi dan saya cintai atas nama Allah.. demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya tuliskan. Saya sangat berharap Ibunda dan Ayahanda.. memahami keinginan saya. Atas restu dan doa dari Ibunda serta Ayahanda..saya ucapkan "Jazakumullah Khairan katsiira". "Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan.. Ya Allah Berilah Pahala Dalam Musibahku Kali Ini Dan Gantikan Untukku Yang Lebih Baik Darinya.. Amiin"
Maraji / Referensi :
1.   Majalah Ishlah, Edisi Awal Tahun 1995.
2.   Fiqh Islam, H. Sulaiman Rasyid, 1994, Cet. 27, Bandung, Sinar Baru Algesindo.
3.   Fikih Sunnah 6, Sayyid Sabiq, 1980, cet. 15, Bandung, Pt. Al Ma'arif.
4.   Kupinang Engkau dengan Hamdalah, Muhammad Faudzil Adhim, 1998, Yogyakarta, Mitra Pustaka.
5.   Indahnya Pernikahan Dini, Muhammad Faudzil Adhim, 2002, Cet. 1, Jakarta, Gema Insani Press.
6.   Rintangan Pernikahan dan Pemecahannya, Abdullah Nashih Ulwan, 1997, Cet. 1, Jakarta, Studia Press.
7.   Perkawinan Masalah Orang muda, Orang Tua dan Negara, Abdullah Nashih Ulwan, 1996, Cet. 5, Jakarta, Gema Insani Press.
8.   Kebebasan Wanita, jilid 1, 5, 6, A.H.A. Syuqqah, 1998, Cet.1, Jakarta, Gema Insani Press
9.   Sulitnya Berumah Tangga, Muhammad Utsman Al Khasyt, 1999, Cet. 18, Jakarta, Gema Insani Press.
10.                Majalah Cerdas Pemuda Islam Al Izzah, Wahai Pemuda, Menikahlah, No. 17/Th. 2 31 Mei 2001, Jakarta, YPDS Al Mukhtar.