Teh Rini VS Cut Tari? Maksud lo? Pasti pada bingung dengan judul diatas. Judul diatas bukan dibuat untuk meniru judul film Jason VS Fredy atau niru-niru judul film pocong vs kuntilanank tapi memang sengaja saya bikin karena beberapa kejadian yang sempat heboh beberapa waktu lalu di Indonesia. Siapakah teh Rini? dia adalah istri kedua aa Gym yang sedang ramai diburu wartawan untuk dimintai pendapatnya mengenai gosip permintaan cerai teh Ninih istri pertama aa Gym. Sampai-sampai pada nginep tiap hari ngalahin satpam perumahan.
Rasa-rasanya Allah memang sengaja sekali lagi ingin menguji bangsa ini dengan pilihan-pilihan yang jelas dan tidak abu-abu apakah anda memilih membenci perzinahan atau membenci poligami. Masih lekat dalam ingatan kita betapa dulu berita poligami aa Gym timbulnya bersamaan dengan skandal perzinahan Yahya Zaini. Sayangnya yang direspon dengan cepat justru poligaminya aa Gym yang halal. Begitu juga dengan sebagian besar jamaah DT langsung meninggalkan pengajiannya aa Gym. Padahal tidak ada yang salah dengan poligami begitu juga tidak pernah ada yang membenarkan perzinahan. Kali ini kita kembali disuguhkan oleh Allah kisah yang hampir mirip hanya saja sekarang pemerannya Cut Tari dan Ariel yang telah diakui dengan terang benderang oleh Cut Tari kalo yang di video porno itu memang dia. Entah sengaja atau tidak, media selalu mengumbar aktivitas sang pemeran pria di penjara secara berlebihan. Bahkan setelah keluar pun masih saja dielu-elukan bagai pahlawan baru pulang dari medan perang. Sungguh saya tidak habis pikir dengan kelakuan media kita.
Intinya sih, fine kalo emang kita gak setuju poligami tapi jangan sampai kita menghujat poligami seakan itu sebuah kemaksiatan tapi sangat cepat memaafkan ketika perzinahan terjadi. Poligami itu sikap ksatria sesungguhnya men (dibanding selingkuh). Elo seneng sama seseorang tapi elo udah punya istri, ya nikahin lah bukannya diselingkuhin apalagi ditidurin trus direkam. Terus terang saya geram (bukan karena ngiri loh hehehhe...) dengan pemberitaan yang tidak berimbang dan memberikan pencitraan yang salah kepada masyarakat. Semoga Allah mengampuni kita yang hanya bisa membenci dalam hati.
Entri Populer
-
Kali ini saya ingin bikin tulisan yang agak serius. Jadi istirahatkan rahang anda dan fokuskan mata anda karena ini bukan cerita komedi. Jug...
-
Teh Rini VS Cut Tari? Maksud lo? Pasti pada bingung dengan judul diatas. Judul diatas bukan dibuat untuk meniru judul film Jason VS Fredy at...
-
PROPOSAL NIKAH Latar Belakang Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah...
-
Kata-kata kemerdekaan dan kebebasan akhir-akhir ini menjadi kata yang populer (kembali) seiring dengan datangnya hari kemerdekaan Indonesi...
-
Dia dijuluki oleh sejarah sebagai sang penakluk bukan saja karena dia mampu menaklukkan konstantinopel tapi juga karena dia menaklukkannya d...
-
Dulu waktu dikampus ini pertanyaan paling tabu sejagat. Saking tabunya sampe-sampe kita menganggapnya setara dengan isu SARA (suku, ras, aga...
-
This word that makes guys becoming jerk dan kalimat ini dipercaya oleh banyak ABG labil sampai saat ini untuk menarik wanita jatuh ke peluka...
-
Ternyata pisah sama keluarga gak enak pisan euy. Tiap hari gak pernah lupa liat tanggalan. Untung aja itu tanggalan gak ada gambar fotomodel...
-
Setelah menjalani 1 bulan penuh tanpa produktivitas yang berarti aku seakan tersentak untuk kembali pada performa semula ketika orang-orang ...
-
Hi semua, ketemu lagi deh kita. Udeh lama nih blog kaga diisi. Maklum, sibuk kerja di Lab. Oh ya, bagi yang baru berkunjung saya ingatkan ke...
Sabtu, 13 April 2013
Jangan Move on...
Kalo menurut banyak orang, malam minggu adalah malam yang paling romantis maka bagi saya malam paling romantis adalah malam jum'at. Langsung deh para pemirsa blog ini mikirnya ke aktivitas yang satu ituh, yang katanya sunnah Rasul. Giliran yang enak aja, langsung semangat bilang sunnah Rosul tanpa meneliti status hadisnya. Jadi kembali ke malam jum'at, berasa lebih romantis karena sering saya dan istri menemukan momen-momen kedekatan di malam ini seperti sharing cerita sambil pelukan (yang jomblo wajib ngiri, biar cepet nikah...hehehe), ngobrolin rencana masa depan, sampai marahin anak-anak barengan...hahahaha.
Kita sering banget sharing mengenai apa aja, bahkan juga tentang cinta. Istri saya adalah suporter fanatik saya dalam belajar bagaimana membuatnya tetap jatuh cinta. Bagi kami, jatuh cinta itu harus berkali-kali, bahkan kalo perlu tiap hari. Fyi, bikin wanita yang kita inginkan jatuh cinta secara sadar ke pria itu tidak mudah lho, ada ilmunya bahkan ada triknya. Kami sering searching bareng materi-materi bagaimana membuat wanita jatuh cinta bahkan aplikasi langsung, untuk melihat keampuhan dari metode tersebut. Ternyata belajar membuat jatuh cinta orang yang kita sayangi itu jauh lebih indah dan mengasikkan ketika dilakukan setelah menikah. Jika berhasil maka rumahku surgaku bukanlah sebuah utopia tapi jika gagal ya kita belajar lagi. Inilah cara belajar cinta paling efektif dan tanpa sakit hati serta Insya Allah berpahala.
Hal yang persis berlawanan justru banyak dilakukan teman-teman kita, tidak hanya yang masih ABG tapi juga yang sudah usia tiga puluhan, dalam mencari cinta. Mereka merasa bahwa belajar mencintai itu dilakukan terlebih dahulu sebelum menikah sampai berhasil baru kemudian berkomitmen (baca: menikah). Tapi seringkali setelah menikah mereka merasa telah menikahi orang lain. Bukan orang yang mereka cintai selagi pacaran. Itulah bedanya pacaran dan menikah. Pacaran hanya belajar berpura-pura menjadi pasangan ideal. Tapi menikah, tidak hanya belajar menjadi, tapi terus belajar tanpa henti. Seringkali kegagalan pasangn yang menikah setelah berpacaran lama karena mereka merasa sudah sangat mengenal pasangannya sehingga akhirnya mereka berhenti belajar. Padahal manusia sangatlah rumit dan terus berubah seiring waktu.
Jadi, jangan pernah move on kalo kamu gak pernah belajar bagaimana menumbuhkan dan merawat cinta secara benar. Karena siapapun pasangan kamu, gak akan pernah langgeng selama kamu berhenti belajar dan tidak menyadari bahwa cinta sejati itu tak pernah ada sebelum komitmen dan tak akan langgeng tanpa sebuah ikatan permanen.
Kita sering banget sharing mengenai apa aja, bahkan juga tentang cinta. Istri saya adalah suporter fanatik saya dalam belajar bagaimana membuatnya tetap jatuh cinta. Bagi kami, jatuh cinta itu harus berkali-kali, bahkan kalo perlu tiap hari. Fyi, bikin wanita yang kita inginkan jatuh cinta secara sadar ke pria itu tidak mudah lho, ada ilmunya bahkan ada triknya. Kami sering searching bareng materi-materi bagaimana membuat wanita jatuh cinta bahkan aplikasi langsung, untuk melihat keampuhan dari metode tersebut. Ternyata belajar membuat jatuh cinta orang yang kita sayangi itu jauh lebih indah dan mengasikkan ketika dilakukan setelah menikah. Jika berhasil maka rumahku surgaku bukanlah sebuah utopia tapi jika gagal ya kita belajar lagi. Inilah cara belajar cinta paling efektif dan tanpa sakit hati serta Insya Allah berpahala.
Hal yang persis berlawanan justru banyak dilakukan teman-teman kita, tidak hanya yang masih ABG tapi juga yang sudah usia tiga puluhan, dalam mencari cinta. Mereka merasa bahwa belajar mencintai itu dilakukan terlebih dahulu sebelum menikah sampai berhasil baru kemudian berkomitmen (baca: menikah). Tapi seringkali setelah menikah mereka merasa telah menikahi orang lain. Bukan orang yang mereka cintai selagi pacaran. Itulah bedanya pacaran dan menikah. Pacaran hanya belajar berpura-pura menjadi pasangan ideal. Tapi menikah, tidak hanya belajar menjadi, tapi terus belajar tanpa henti. Seringkali kegagalan pasangn yang menikah setelah berpacaran lama karena mereka merasa sudah sangat mengenal pasangannya sehingga akhirnya mereka berhenti belajar. Padahal manusia sangatlah rumit dan terus berubah seiring waktu.
Jadi, jangan pernah move on kalo kamu gak pernah belajar bagaimana menumbuhkan dan merawat cinta secara benar. Karena siapapun pasangan kamu, gak akan pernah langgeng selama kamu berhenti belajar dan tidak menyadari bahwa cinta sejati itu tak pernah ada sebelum komitmen dan tak akan langgeng tanpa sebuah ikatan permanen.
Langganan:
Postingan (Atom)