Entri Populer

Selasa, 28 Desember 2010

Legenda Si Kodok

Beberapa hari setelah menikah saya tanya sama istri saya " Sayang, kamu dulu sebelum nikah pernah nginjek kodok gak?" dan dengan bingungnya dia berkerut sambil bertanya "emang kenapa?" trus saya jawab "ya gak papa cuma penasaran aja". Dan akhirnya istri saya tambah bingung. Untung penganten baru jadi biar bingung tetep ajah mesra. Prikitiew....Akhirnya biar istri saya gak terus-terusan bingung maka saya ceritain lah sebuah kisah mengenai si kodok.

Pada suatu hari ada 3 orang yang saling bersahabat melakukan pendakian ke sebuah gunung bersama. Sambil mendaki mereka saling bercerita. Salah satunya ialah cerita mengenai bahwa siapa yang nginjek kodok maka akan mendapat istri yang kurang menarik wajahnya. Karena sudah terlalu letih maka salah satu dari mereka terpeleset ketika menyebrang sungai dan jatuh sambil nginjek kodok. "Yah istri gw bakal gak menarik nih" kata yang nginjek kodok. Kemudian temannya yang satu lagi membatin "wah gw mesti hati-hati nih." Saking hati-hatinya dia sampai gak liat kalo disampingnya ada kodok loncat menghampirinya dan dengan suksesnya dia injek. "Whaaa....ikutan sial deh gw" kata pendaki kedua. Nah pelajaran ini diperhatikan dengan sungguh-sungguh oleh pendaki ketiga sehingga dia sukses turun gunung tanpa menginjak satu kodok pun.

Tahun berlalu dan masing-masing dari ketiga pendaki tersebut pun telah menikah. Kemudian mereka berjanji reunian sambil membawa istri masing-masing untuk membuktikan kejadian dulu. Dan ternyata memang benar, dua orang pendaki yang menginjak kodok mendapatkan istri yang tidak sesuai harapan mereka. Sedangkan pendaki yang ketiga sambil tersenyum penuh kemenangan berkata " Ternyata benar yah cerita tentang kodok itu."

Pada waktu makan malam ketiga pendaki tersebut bersama para istri-istrinya berkumpul sambil bercerita. Istri dari pendaki yang tidak menginjak kodok bercerita bahwa sebelum menikah dia mengalami kejadian aneh yaitu pas malam sebelum ketemuan dengan suaminya yang sekarang dia menginjak kodok didepan rumahnya. Mendengar cerita istrinya yang cantik jelita si pendaki ketiga sampai keselek disertai tawa kedua temannya. Jadi ternyata yang sial itu justru istrinya karena nginjek kodok trus dapet suami yang jelek. Walah....

Nah setelah mendengar cerita itu sambil senyum-senyum istri saya bilang" Kayanya dulu aku pernah nginjek kodok deh." Whaaaaa.....Jadi???????

Sang Penakluk

Dia dijuluki oleh sejarah sebagai sang penakluk bukan saja karena dia mampu menaklukkan konstantinopel tapi juga karena dia menaklukkannya di usia 16 tahun. Dia adalah sultan Muhammad Al-Fatih yang menginspirasi banyak orang termasuk saya. Karena itu untuk menghormati nya maka saya namakan blog ini sang penakluk.

Oke cukup adegan sejarahnya. Sekarang mari kita tinjau sang penakluk yang satunya lagi. lho yang mana? ya yang lagi kamu baca tulisannya. hah?? Andhika sang penakluk?? pasti itu komentar pertama yang terlintas. emang Andhika udah naklukin apaan? eit, tunggu dulu. Jangan keburu under estimate gitu dong. Minimal saya pernah naklukin hati wanita sehingga mau-mauan saya nikahi, trus saya hamili dan setelah punya dua anak saya tinggal pula. yesss....
Mahluk satu ini, yang mengaku pengen jadi sang penakluk, adalah sejenis manusia dengan tinggi badan diatas rata-rata orang indonesia (begitu juga tampangnya, diatas rata-rata....) dan berkacamata (tandanya pinter tuh). Dia sekarang sedang berusaha menaklukkan ganasnya winter di Berlin yang mana baru pertama kali dia alami. Kata istrinya, "Sayang, kamu tidur siang ajah pake selimut gimana nanti di Berlin yang suhunya dibawah suhu kulkas?" Wah parah nih istri bukannya nyemangatin malah bikin deg-degan.

Well, cukup kenalannya nanti kita sambung lagi di tulisan selanjutnya