Entri Populer

Jumat, 07 September 2012

Menjadi Pria Sesungguhnya

Kali ini saya ingin bikin tulisan yang agak serius. Jadi istirahatkan rahang anda dan fokuskan mata anda karena ini bukan cerita komedi. Juga jaga tangan anda karena ini bukan cerita porno hehehe...

Jadi ceritanya saya agak terinspirasi oleh kehidupan saya saat ini, memimpin sebuah keluarga dengan 3 orang kru (2 anak 1 istri), yang ternyata selalu memacu saya mencari cara terbaik bagaimana menjadi seorang kepala keluarga. Juga kehidupan percintaan saya dimasa lalu yang penuh lika-liku (kata lain tidak laku sebenarnya) dan cobaan. Tapi saya selalu bersabar karena orang ganteng emang banyak cobaannya hahaha...

Mencintai seorang wanita, apalagi wanita idaman yang selalu kita angankan, adalah tugas yang sangat mudah. Karena pada dasarnya proses jatuh cinta seorang pria tidaklah serumit wanita. Tidak bisa dipungkiri bahwa kelemahan seorang pria tidak jauh dari mata dan wanita sangat memahami kelemahan ini bahkan saking pahamnya seringkali dijadikan alat untuk menjebak pria, terutama para pria hidung belang dan mata keranjang yang menjadikan nafsunya sebagai kebutuhan primer. Tapi sebaliknya, membuat wanita yang kita idamkan mencintai kita merupakan pekerjaan yang sulit bahkan mungkin bisa menjadi mission impossible. Proses jatuh cinta seorang wanita sangatlah rumit. Ia tidak hanya berhubungan dengan kegantengan pria semata, tapi juga ada pengaruh hormonal serta kondisi psikologis sang wanita tersebut. Saking susahnya membuat wanita jatuh cinta membuat jasa konsultasi romansa menjadi trend akhir-akhir ini. Di negara asalnya, Amrik, para playboy ini menamakan dirinya sebagai PUA (Pick Up Artist) dan sering meng-upload aksinya di Youtube ketika mereka melakukan street pick up atau istilah kerennya kenalan dengan output dapet no hp si wanita. Di Indonesia pun sudah mulai terjangkiti virus yang sama ditandai dengan munculnya komunitas serupa dengan ikonnya adalah RF, dengan metode direct approach, serta HS, dengan metode indirect approach. Menggunakan kemasan-kemasan yang canggih, RF dan HS mencoba untuk menapaki karir mereka sebagai konsultan romansa di Indonesia. Para remaja labil yang jadi klien mereka akan terkagum-kagum dengan metode yang mereka ajarkan serta dianggap sanggup merubah mindset sehingga menyulap pria lossy menjadi glossy.

Dibalik metode keren dan materi terstruktur serta ilmiah yang dimiliki oleh para jagoan romansa ini sebenernya mempunyai benang merah yang sama, yaitu mendidik para pria labil tersebut menjadi PRIA PEMIMPIN. Yap benar, inti dari materi para PUA, baik di Amrik sono maupun di Indonesia, adalah kepemimpinan. Sangat memalukan memang, sebagai seorang muslim para pemudanya malah labil gak jelas dan melow melankolis tanpa mengerti bagaimana seorang pria seharusnya bersikap. Entah gak pernah baca Qur'an atau memang gak bisa, Allah telah dengan gamblang menyebutkan bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi wanita di An-Nisa' ayat 34. Bahkan kita telah punya contoh, yang mana sejarah hidupnya terdokumentasikan dengan lengkap serta ilmiah, yaitu Rasulullah SAW. Sementara para jagoan romansa itu hanya mengajarkan bagaimana cara memberi kesan seorang pemimpin, Rasulullah mengajarkan bagaimana menjadi seorang pemimpin. Kepemimpinan tidak hanya terdiri dari percaya diri, dominasi, atau kata-kata penuh kesan semata. Kepemimpinan juga mencakup keimanan, visi hidup, akhlak serta adab. Sikap-sikap yang mengesankan kepemimpinan sesungguhnya buah dari semua hal yang disebutkan dalam kalimat terakhir.

Jadi sekarang terserah anda wahai pria, ingin menjadi playboy semata dengan kesan seorang pemimpin atau menjadi pemimpin sebenarnya dengan mengikut contoh Rasulullah. Mungkin dengan menjadi Pria dewasa ala Rasulullah tidak akan menarik minat sebagian besar wanita cantik tapi justru itulah yang menjadi filter kita. Kecantikan tidaklah berarti banyak tanpa ahlak yang baik apalagi tanpa adanya rasa takut melakukan dosa. Kita akan selalu disibukkan dengan memberi kesenangan untuk tipe wanita Playful tersebut dan melupakan tugas utama kita sebagai manusia, yaitu beribadah.


Pria sesungguhnya adalah PRIA PEMIMPIN yang hanya mau membagi cintanya dengan wanita yang mencintai Tuhannya, Allah SWT. Ia tidak silau dengan wanita yang hanya menjadi perhiasan dunia semata karena ia layak mendapatkan bidadari surga bahkan lebih baik dari itu, seorang wanita sholihah yang bahkan dicemburui oleh bidadari surga.