Entri Populer

Kamis, 26 Desember 2013

My Name is Bond, Andhika Bond....

Kereta itu berjalan dengan cepat, tapi orang itu lebih sigap hingga mampu mengejar bahkan naik hingga atap kereta tersebut. Seakan tanpa takut, orang itu  mengejar lawannya yang telah lebih dulu berada ditempat beresiko tinggi itu. Bagai dua singa berebut daerah kekuasaan, mereka bertarung dengan ganasnya ditengah cepatnya laju kereta. Hingga kemudian terdengar suara tembakan dan jatuhlah salah satu dari mereka yang dilanjutkan theme song film Skyfall......


Akhirnya, setelah melewati banyak rintangan, sampailah saya disaat-saat yang menentukan: Nulis desertasi. Ini nih yang agak ngerik (baca: ngeri, pake k biar gaul hehehe). seperti yang saudara-saudara ketahui dari tulisan-tulisan saya sebelumnya bahwa saya gak pandai merangkai kata, juga merangkai bunga. jadi kalo lagi mo romantis sama pacar, saya tinggal mampir di toko Penny dan ambil bunga yang 2 euro-an. Apa sih, ini jadi ngelantur. ef wai ai (note: fyi), buat yang agak heran kenapa saya pake euro, karena saya lagi kuliah di salah satu kota besar di Eropa (sebut saja Berlin eaaaa...). Entah kenapa saya terus aja kuliah padahal dulu pas sarjana saya ngerasanya gak bakat jadi saintis eh malah lanjut lagi, jurusannya Fisika lagi ckckckck...Daaan, setelah itu, masih juga penasaran terus ikutan kompetisi beasiswa, beruntungnya malah menang.

Saat-saat akhir sebuah fase hidup kita adalah salah satu momen penting karena setelah itu akan timbul pertanyaan: What next? Tanpa sebuah visi, maka kita akan jawab: Let it flow brother...Tapi entah kenapa saya gak sreg sama jawaban itu. Iya kalo ngalirnya ke pantai, trus kalo ngalirnya ke selokan gimana? Visi hidup inilah yang menurut saya akan menuntun fase demi fase hidup kita pada sebuah misi. Jadi setiap fase pastilah dituntun oleh sebuah misi. Wah mulai berat nih. Untuk mudahnya, saya mengibaratkan setiap fase hidup adalah kasus bagi agen rahasia semisal James Bond. Dalam setiap kasus, James Bond pasti dibekali misi tertentu yang harus dia selesaikan dan biasanya misinya gila dan mustahil diselesaikan hanya oleh satu orang saja. Tapi yang bikin saya heran sebenernya bukan cuma misinya tapi bagaimana si Bond ini selalu bisa menikmati hidup, diantaranya dengan para wanitanya yang tentunya cantik-cantik, ditengah bahaya yang mengancam jiwa. Walaupun Bond ini kisah fiksi, tapi bagi saya ada pelajaran yang bisa diambil (tapi bukan caranya menggaet wanita loh ya). Filmnya sendiri selalu best seller dan ditunggu sekuelnya karena para penonton menikmati aksinya yang menantang bahaya. sangat tidak membosankan karena tidak terjebak pada hal-hal yang membosankan (seperti baca tulisan saya ini hehehe...).

Jadi jika hidup kita berjalan tanpa misi, apalagi visi, maka hidup kita akan membosankan. Saya tidak sedang membicarakan jenis pekerjaan tertentu. Bagi saya semua pekerjaan sama menantangnya jika kita tidak menjalaninya sebagai rutinitas belaka tanpa misi. Jika kita meluangkan sedikit saja waktu kita untuk berpikir misi apa yang bisa kita sematkan pada fase hidup kita sekarang, maka saya yakin, hidup kita akan lebih menarik. Jika anda menganggap hidup anda menarik, apalagi orang lain.....

Maka, berikan misi pada setiap fase hidup anda, maka anda akan disenangi banyak wanita eh bukan (becanda doang hehehehe), maksudnya hidup anda akan lebih menarik dan banyak petualangan yang akan anda temui, serutin apapun job desk anda.

Live your life and you'll realize that life offers so many adventure than you can imagine....


Note: Bener gak ya bahasa Inggrisnya? hehehe...



Jumat, 03 Mei 2013

Mencintaimu itu...

Dear Istriku, sang pacar idaman...

7 tahun lalu...Rasa hati bagai dibawa berlari ketika tiba waktunya membedah calon pujaan hati. Jantung ini berdegup kencang ketika perlahan membukanya. Sekilas wajah manis menyeruak dari balik kertas putih beserta pernik detail lainnya. Seakan dipupuri aroma pemikat, aku seketika jatuh hati dan kemudian terjerat. Senyummu disana seakan membius, membawaku ke awan seakan membawa mimpi tanpa ingin pupus.

It was too good to be true. Seorang calon dokter solehah, tanpa pulasan di wajah, kini duduk dihadapanku beradu tanya, tentu tidak berdua. Berusaha saling mengenal, meraba hati, sambil menerka warna hati dibalik wajahmu yang kian menunduk jengah.


Dear Istriku, sang pengantin hati...

Pagi itu, tuntas sudah jeratan itu, berubah menjadi ikatan yang membahagiakan beserta tanggung jawab. Bebas saling memandang, saling menggoda, dan bermesra. Seakan hilang kekakuan dan gugup. Hari bersejarah itu sungguh tak terlupakan Hari saat kau dan aku saling (mulai) mencinta atas nama-Nya. Apapun yang kita lakukan bak warna cerah yang mengguyur dunia hingga mendung tak lagi tampak. Aku mencintaimu karena Allah...


Dear istriku, sang pendidik...

Satu persatu buah hati kita hadir, menguji dan meminta. Menguji sabar, menguji ikhlas, sambil menguji komitmen. Tanpa sadar mereka juga meminta perhatianmu, meminta belaianmu, hingga meminta tidurmu. Semua tuntas kau jalani bahkan sambil tetap menjadi istri.


Dear istriku, Kekasihku

Mari kita berdoa semoga Allah menakdirkan kita berjodoh selamanya.

Happy 7th wedding Anniversary!!!!!

Don’t Be Your Self...



“Be Your Self.”

Entah sudah berapa kali kita mendengar ungkapan tersebut. Seakan-akan itulah resep manjur dalam mempersonifikasikan diri kita dihadapan orang lain secara jujur.

“Peduli amat pandangan orang lain, yang penting gue udah tampil apa adanya.”

Maka kemudian timbullah manusia-manusia berkostum atau berdandan aneh tapi pada waktu dan tempat yang tidak tepat. Katanya sih ingin menampilkan dirinya apa adanya tapi nyatanya hanya menambah lapisan topeng pada wajahnya. Ya benar, tampilan yang tidak sesuai dengan keumuman masyarakat sekitar anda dan tidak sesuai dengan keyakinan anda sebenarnya hanyalah topeng. Anda hanya ingin dikenal sebagai bagian dari komunitas anda bukan ingin dikenal sebagai personal yang unik dan itu bukan be yourself, setidaknya itu menurut saya.

Kasihanilah mereka yang menggemakan kata-kata be yourself tapi tidak benar-benar jujur tentang dirinya. Bahkan ironisnya ia tidak tahu siapa dirinya, tidak juga mengetahui kelemahannya. Tidak hanya menolak komentar orang tentang dirinya, bahkan mencaci maki komentator tersebut. Pokoknya Ia hanya mau exist. Titik. (Pura-pura) Tidak peduli dengan pendapat orang lain. Sebegitu dahsyatkah sebuah existensi? Mengapa existensi menjadi begitu penting?

Existensi penting karena dua alasan: Karena kita adalah mahluk sosial dan secara fitrah berbeda satu sama lainnya. Nah lho, jadi bingung deh. Mari kita bedah pernyataan di kalimat sebelumnya.

Kita adalah mahluk sosial. Apa buktinya? Mari kita lihat diktator. Seorang pemimpin rejim  yang paling kejam sekalipun adalah mahluk sosial. Andaikan tentara yang mendukungnya tiba-tiba menolak segala perintahnya maka mendadak kekuasaan sang diktator pun lumpuh. Kita akan selalu berinteraksi dan membutuhkan bantuan orang lain selama hidup kita, kecuali kita mengasingkan diri ke kutub utara ( etapi di Kutub Utara juga masih ada orang deng). Inilah yang menjadi dasar mengapa kita disebut mahluk sosial. Jadi tanpa orang lain kita tidak akan exist. Begitu juga sebaliknya, manakala kita sudah merasa bukan mahluk sosial (baca: tidak mau bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya) maka saat itu pula existensi kita terancam. Siapa lagi yang akan menopang kita jika bukan lingkungan terdekat kita? Emangnya anda bisa ke rumah sakit sendiri ketika terkena serangan jantung?

Walaupun kita ditakdirkan untuk hidup bersama-sama dengan orang lain, tapi secara fitrah, tidak ada satu orang pun yang punya paduan karakter dan sifat yang sama. Inilah faktor penting yang membuat kita dikenali, bahkan sebelum fisik kita tampak. Seringkali dari irama langkah seseorang kita sudah bisa menduga siapakah yang akan muncul dari balik pintu. Paduan sifat inilah yang membuat sesorang berbeda dengan lainnya. Ini pula yang kemudian membuat kita exist. Perbedaan yang dipunyai oleh masing-masing individu membuat individu tersebut mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan individu lainnya. Bisa dibayangkan jika semua orang punya sifat yang sama atau punya bakat yang sama, misalkan memasak, maka tidak akan kita jumpai smartphone canggih atau instrumen teknologi lainnya saat ini. Juga tidak akan kita jumpai gedung-gedung bertingkat yang menjadi ikon kota-kota utama dunia. Jadi keunikan kita bisa menjadi syarat existensi kita asalkan keunikan tersebut memberi manfaat bagi manusia lainnya.

Jadi jelas ya, konsep be yourself dan existensi tidak kompatibel. Be yourself mengisyaratkan makna statik, seakan-akan kita tidak akan berubah. Keenganan untuk berubah menjadi lebih baik selalu disamarkan dalam bentuk kalimat be yourself tersebut. Maka mulai sekarang, mari kita tinggalkan konsep be yourself yang sudah usang tersebut. Mari kita menjadi be the best version of yourself 

Sabtu, 13 April 2013

Teh Rini VS Cut Tari...

Teh Rini VS Cut Tari? Maksud lo? Pasti pada bingung dengan judul diatas. Judul diatas bukan dibuat untuk meniru judul film Jason VS Fredy atau niru-niru judul film pocong vs kuntilanank tapi memang sengaja saya bikin karena beberapa kejadian yang sempat heboh beberapa waktu lalu di Indonesia. Siapakah teh Rini? dia adalah istri kedua aa Gym yang sedang ramai diburu wartawan untuk dimintai pendapatnya mengenai gosip permintaan cerai teh Ninih istri pertama aa Gym. Sampai-sampai pada nginep tiap hari ngalahin satpam perumahan.

Rasa-rasanya Allah memang sengaja sekali lagi ingin menguji bangsa ini dengan pilihan-pilihan yang jelas dan tidak abu-abu apakah anda memilih membenci perzinahan atau membenci poligami. Masih lekat dalam ingatan kita betapa dulu berita poligami aa Gym timbulnya bersamaan dengan skandal perzinahan Yahya Zaini. Sayangnya yang direspon dengan cepat justru poligaminya aa Gym yang halal. Begitu juga dengan sebagian besar jamaah DT langsung meninggalkan pengajiannya aa Gym. Padahal tidak ada yang salah dengan poligami begitu juga tidak pernah ada yang membenarkan perzinahan. Kali ini kita kembali disuguhkan oleh Allah kisah yang hampir mirip hanya saja sekarang pemerannya Cut Tari dan Ariel yang telah diakui dengan terang benderang oleh Cut Tari kalo yang di video porno itu memang dia. Entah sengaja atau tidak, media selalu mengumbar aktivitas sang pemeran pria di penjara secara berlebihan. Bahkan setelah keluar pun masih saja dielu-elukan bagai pahlawan baru pulang dari medan perang. Sungguh saya tidak habis pikir dengan kelakuan media kita.

Intinya sih, fine kalo emang kita gak setuju poligami tapi jangan sampai kita menghujat poligami seakan itu sebuah kemaksiatan tapi sangat cepat memaafkan ketika perzinahan terjadi. Poligami itu sikap ksatria sesungguhnya men (dibanding selingkuh). Elo seneng sama seseorang tapi elo udah punya istri, ya nikahin lah bukannya diselingkuhin apalagi ditidurin trus direkam. Terus terang saya geram (bukan karena ngiri loh hehehhe...) dengan pemberitaan yang tidak berimbang dan memberikan pencitraan yang salah kepada masyarakat. Semoga Allah mengampuni kita yang hanya bisa membenci dalam hati.

Jangan Move on...

Kalo menurut banyak orang, malam minggu adalah malam yang paling romantis maka bagi saya malam paling romantis adalah malam jum'at. Langsung deh para pemirsa blog ini mikirnya ke aktivitas yang satu ituh, yang katanya sunnah Rasul. Giliran yang enak aja, langsung semangat bilang sunnah Rosul tanpa meneliti status hadisnya. Jadi kembali ke malam jum'at, berasa lebih romantis karena sering saya dan istri menemukan momen-momen kedekatan di malam ini seperti sharing cerita sambil pelukan (yang jomblo wajib ngiri, biar cepet nikah...hehehe), ngobrolin rencana masa depan, sampai marahin anak-anak barengan...hahahaha.

Kita sering banget sharing mengenai apa aja, bahkan juga tentang cinta. Istri saya adalah suporter fanatik saya dalam belajar bagaimana membuatnya tetap jatuh cinta. Bagi kami, jatuh cinta itu harus berkali-kali, bahkan kalo perlu tiap hari. Fyi, bikin wanita yang kita inginkan jatuh cinta secara sadar ke pria itu tidak mudah lho, ada ilmunya bahkan ada triknya. Kami sering searching bareng materi-materi bagaimana membuat wanita jatuh cinta bahkan aplikasi langsung, untuk melihat keampuhan dari metode tersebut. Ternyata belajar membuat jatuh cinta orang yang kita sayangi itu jauh lebih indah dan mengasikkan ketika dilakukan setelah menikah. Jika berhasil maka rumahku surgaku bukanlah sebuah utopia tapi jika gagal ya kita belajar lagi. Inilah cara belajar cinta paling efektif dan tanpa sakit hati serta Insya Allah berpahala.

Hal yang persis berlawanan justru banyak dilakukan teman-teman kita, tidak hanya yang masih ABG tapi juga yang sudah usia tiga puluhan, dalam mencari cinta. Mereka merasa bahwa belajar mencintai itu dilakukan terlebih dahulu sebelum menikah sampai berhasil baru kemudian berkomitmen (baca: menikah). Tapi seringkali setelah menikah mereka merasa telah menikahi orang lain. Bukan orang yang mereka cintai selagi pacaran. Itulah bedanya pacaran dan menikah. Pacaran hanya belajar berpura-pura menjadi pasangan ideal. Tapi menikah, tidak hanya belajar menjadi, tapi terus belajar tanpa henti. Seringkali kegagalan pasangn yang menikah setelah berpacaran lama karena mereka merasa sudah sangat mengenal pasangannya sehingga akhirnya mereka berhenti belajar. Padahal manusia sangatlah rumit dan terus berubah seiring waktu.

Jadi, jangan pernah move on kalo kamu gak pernah belajar bagaimana menumbuhkan dan merawat cinta secara benar. Karena siapapun pasangan kamu, gak akan pernah langgeng selama kamu berhenti belajar dan tidak menyadari bahwa cinta sejati itu tak pernah ada sebelum komitmen dan tak akan langgeng tanpa sebuah ikatan permanen.

Jumat, 07 September 2012

Menjadi Pria Sesungguhnya

Kali ini saya ingin bikin tulisan yang agak serius. Jadi istirahatkan rahang anda dan fokuskan mata anda karena ini bukan cerita komedi. Juga jaga tangan anda karena ini bukan cerita porno hehehe...

Jadi ceritanya saya agak terinspirasi oleh kehidupan saya saat ini, memimpin sebuah keluarga dengan 3 orang kru (2 anak 1 istri), yang ternyata selalu memacu saya mencari cara terbaik bagaimana menjadi seorang kepala keluarga. Juga kehidupan percintaan saya dimasa lalu yang penuh lika-liku (kata lain tidak laku sebenarnya) dan cobaan. Tapi saya selalu bersabar karena orang ganteng emang banyak cobaannya hahaha...

Mencintai seorang wanita, apalagi wanita idaman yang selalu kita angankan, adalah tugas yang sangat mudah. Karena pada dasarnya proses jatuh cinta seorang pria tidaklah serumit wanita. Tidak bisa dipungkiri bahwa kelemahan seorang pria tidak jauh dari mata dan wanita sangat memahami kelemahan ini bahkan saking pahamnya seringkali dijadikan alat untuk menjebak pria, terutama para pria hidung belang dan mata keranjang yang menjadikan nafsunya sebagai kebutuhan primer. Tapi sebaliknya, membuat wanita yang kita idamkan mencintai kita merupakan pekerjaan yang sulit bahkan mungkin bisa menjadi mission impossible. Proses jatuh cinta seorang wanita sangatlah rumit. Ia tidak hanya berhubungan dengan kegantengan pria semata, tapi juga ada pengaruh hormonal serta kondisi psikologis sang wanita tersebut. Saking susahnya membuat wanita jatuh cinta membuat jasa konsultasi romansa menjadi trend akhir-akhir ini. Di negara asalnya, Amrik, para playboy ini menamakan dirinya sebagai PUA (Pick Up Artist) dan sering meng-upload aksinya di Youtube ketika mereka melakukan street pick up atau istilah kerennya kenalan dengan output dapet no hp si wanita. Di Indonesia pun sudah mulai terjangkiti virus yang sama ditandai dengan munculnya komunitas serupa dengan ikonnya adalah RF, dengan metode direct approach, serta HS, dengan metode indirect approach. Menggunakan kemasan-kemasan yang canggih, RF dan HS mencoba untuk menapaki karir mereka sebagai konsultan romansa di Indonesia. Para remaja labil yang jadi klien mereka akan terkagum-kagum dengan metode yang mereka ajarkan serta dianggap sanggup merubah mindset sehingga menyulap pria lossy menjadi glossy.

Dibalik metode keren dan materi terstruktur serta ilmiah yang dimiliki oleh para jagoan romansa ini sebenernya mempunyai benang merah yang sama, yaitu mendidik para pria labil tersebut menjadi PRIA PEMIMPIN. Yap benar, inti dari materi para PUA, baik di Amrik sono maupun di Indonesia, adalah kepemimpinan. Sangat memalukan memang, sebagai seorang muslim para pemudanya malah labil gak jelas dan melow melankolis tanpa mengerti bagaimana seorang pria seharusnya bersikap. Entah gak pernah baca Qur'an atau memang gak bisa, Allah telah dengan gamblang menyebutkan bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi wanita di An-Nisa' ayat 34. Bahkan kita telah punya contoh, yang mana sejarah hidupnya terdokumentasikan dengan lengkap serta ilmiah, yaitu Rasulullah SAW. Sementara para jagoan romansa itu hanya mengajarkan bagaimana cara memberi kesan seorang pemimpin, Rasulullah mengajarkan bagaimana menjadi seorang pemimpin. Kepemimpinan tidak hanya terdiri dari percaya diri, dominasi, atau kata-kata penuh kesan semata. Kepemimpinan juga mencakup keimanan, visi hidup, akhlak serta adab. Sikap-sikap yang mengesankan kepemimpinan sesungguhnya buah dari semua hal yang disebutkan dalam kalimat terakhir.

Jadi sekarang terserah anda wahai pria, ingin menjadi playboy semata dengan kesan seorang pemimpin atau menjadi pemimpin sebenarnya dengan mengikut contoh Rasulullah. Mungkin dengan menjadi Pria dewasa ala Rasulullah tidak akan menarik minat sebagian besar wanita cantik tapi justru itulah yang menjadi filter kita. Kecantikan tidaklah berarti banyak tanpa ahlak yang baik apalagi tanpa adanya rasa takut melakukan dosa. Kita akan selalu disibukkan dengan memberi kesenangan untuk tipe wanita Playful tersebut dan melupakan tugas utama kita sebagai manusia, yaitu beribadah.


Pria sesungguhnya adalah PRIA PEMIMPIN yang hanya mau membagi cintanya dengan wanita yang mencintai Tuhannya, Allah SWT. Ia tidak silau dengan wanita yang hanya menjadi perhiasan dunia semata karena ia layak mendapatkan bidadari surga bahkan lebih baik dari itu, seorang wanita sholihah yang bahkan dicemburui oleh bidadari surga.












Kamis, 16 Agustus 2012

Kemerdekaan yang Membebaskan: Sebuah Refleksi Kegelisahan


Kata-kata kemerdekaan dan kebebasan akhir-akhir ini menjadi kata yang populer (kembali) seiring dengan datangnya hari kemerdekaan Indonesia. Semua merujuk pada momen penting bangsa ini, yaitu ketika duo Proklamator kita mengumandangkan sebuah pernyataan yang  tidak saja mengguncangkan Asia namun juga dunia karena kemudian dianggap sebagai sebuah inspirasi bangsa-bangsa terjajah lainnya untuk juga berjuang meraih kemerdekaannya masing-masing. Kemerdekaan kemudian menjadi tonggak sejarah bangsa Indonesia untuk bebas mengatur dirinya sendiri dengan harapan dapat mensejahterakan seluruh warga Indonesia.

Jadi inilah hubungan erat antara kemerdekaan dan kebebasan. Dibutuhkan kemerdekaan terlebih dahulu agar mendapatkan sebuah hak istimewa bernama kebebasan dan sebuah tujuan mulia yaitu kesejahteraan dengan harapan sebuah eksistensi yang terjaga. Hal ini tidak hanya berlaku secara fisik tapi juga berlaku secara pikiran. Sebuah pikiran yang tidak merdeka tidak akan meraih kebebasannya dalam meraih sebuah kebenaran yang pada akhirnya berujung pada terancamnya eksistensi secara fisik.

Perbudakan terhadap pemikiran menjadikan seseorang menjadi tidak mempunyai kebebasan dalam berpikir menggunakan paradigma yang benar. Perbudakan inilah yang ingin diakhiri oleh Islam, baik perbudakan secara fisik maupun perbudakan secara pikiran.  Perbudakan secara fisik menjadi tidak berguna ketika kemerdekaan pikiran dan jiwa belum terjadi. Hal ini dialami oleh Wahsyi bin Harb, mantan budak Hindun bin Utbah yang meyangka bahwa kemerdekaan fisiknya dari Hindun akan membuatnya benar-benar menjadi manusia merdeka seutuhnya. Namun yang terjadi adalah kaum Quraisy Mekkah masih tetap menganggapnya sebagai budak yang tidak mempunyai kedudukan setara dengan mereka. Hal ini karena Wahsyi hanya membebaskan fisiknya saja namun jiwanya masihlah jiwa seorang budak. Peristiwa yang dialami Wahsyi akan terus terjadi bahkan jauh setelah era perbudakan fisik dihapuskan. Banyak diantara kita, dan tidak jarang para intelektual, yang masih tidak merdeka jiwa dan pikirannya. Contoh yang paling jelas adalah legalisasi pernikahan sejenis. Mereka yang memaksa pelegalan tersebut jiwanya terkungkung oleh logika semu kebebasan sehingga melabeli orang-orang yang tidak menyetujui pernikahan sejenis adalah orang-orang yang intoleran. Padahal pernikahan sejenis akan membawa manusia menjauhi hakikat utama kebebasan yaitu eksistensi. Legalisasi pernikahan sejenis justru akan mengancam eksistensi manusia karena tidak sesuai dengan fitrahnya.

Jadi jika kebebasan berpikir kita tidak menjamin keberlangsungan kehidupan umat manusia di masa yang akan datang maka sesungguhnya pikiran kita belum merdeka. Output proses berpikir tidak sepenuhnya merupakan kebenaran. Ada parameter lain yang mempengaruhi proses berpikir kita, yaitu hawa nafsu dan tradisi. Tanpa paradigma berpikir yang benar, maka kemungkinan besar proses berpikir seseorang akan lebih dipengaruhi oleh hawa nafsunya. Karena itulah Islam hadir. Islam tidak hanya membebaskan manusia dari perbudakan fisik dan penyembahan sesama manusia tapi juga memberi kerangka berpikir yang benar dan jauh dari campur tangan hawa nafsu apalagi tradisi yang tidak sesuai dengan logika apalagi fitrah manusia.

Marilah kita memerdekakan pikiran kita dari kungkungan hawa nafsu dan tradisi agar kita mampu berpikir seperti layaknya seorang yang merdeka jiwanya dan mampu melanjutkan tradisinya sebagai pewaris bumi untuk digunakan sebaik-baiknya demi kesejahteraan bersama.

Wallahu’alam Bishowab.