Kereta itu berjalan dengan cepat, tapi orang itu lebih sigap hingga mampu mengejar bahkan naik hingga atap kereta tersebut. Seakan tanpa takut, orang itu mengejar lawannya yang telah lebih dulu berada ditempat beresiko tinggi itu. Bagai dua singa berebut daerah kekuasaan, mereka bertarung dengan ganasnya ditengah cepatnya laju kereta. Hingga kemudian terdengar suara tembakan dan jatuhlah salah satu dari mereka yang dilanjutkan theme song film Skyfall......
Akhirnya, setelah melewati banyak rintangan, sampailah saya disaat-saat yang menentukan: Nulis desertasi. Ini nih yang agak ngerik (baca: ngeri, pake k biar gaul hehehe). seperti yang saudara-saudara ketahui dari tulisan-tulisan saya sebelumnya bahwa saya gak pandai merangkai kata, juga merangkai bunga. jadi kalo lagi mo romantis sama pacar, saya tinggal mampir di toko Penny dan ambil bunga yang 2 euro-an. Apa sih, ini jadi ngelantur. ef wai ai (note: fyi), buat yang agak heran kenapa saya pake euro, karena saya lagi kuliah di salah satu kota besar di Eropa (sebut saja Berlin eaaaa...). Entah kenapa saya terus aja kuliah padahal dulu pas sarjana saya ngerasanya gak bakat jadi saintis eh malah lanjut lagi, jurusannya Fisika lagi ckckckck...Daaan, setelah itu, masih juga penasaran terus ikutan kompetisi beasiswa, beruntungnya malah menang.
Saat-saat akhir sebuah fase hidup kita adalah salah satu momen penting karena setelah itu akan timbul pertanyaan: What next? Tanpa sebuah visi, maka kita akan jawab: Let it flow brother...Tapi entah kenapa saya gak sreg sama jawaban itu. Iya kalo ngalirnya ke pantai, trus kalo ngalirnya ke selokan gimana? Visi hidup inilah yang menurut saya akan menuntun fase demi fase hidup kita pada sebuah misi. Jadi setiap fase pastilah dituntun oleh sebuah misi. Wah mulai berat nih. Untuk mudahnya, saya mengibaratkan setiap fase hidup adalah kasus bagi agen rahasia semisal James Bond. Dalam setiap kasus, James Bond pasti dibekali misi tertentu yang harus dia selesaikan dan biasanya misinya gila dan mustahil diselesaikan hanya oleh satu orang saja. Tapi yang bikin saya heran sebenernya bukan cuma misinya tapi bagaimana si Bond ini selalu bisa menikmati hidup, diantaranya dengan para wanitanya yang tentunya cantik-cantik, ditengah bahaya yang mengancam jiwa. Walaupun Bond ini kisah fiksi, tapi bagi saya ada pelajaran yang bisa diambil (tapi bukan caranya menggaet wanita loh ya). Filmnya sendiri selalu best seller dan ditunggu sekuelnya karena para penonton menikmati aksinya yang menantang bahaya. sangat tidak membosankan karena tidak terjebak pada hal-hal yang membosankan (seperti baca tulisan saya ini hehehe...).
Jadi jika hidup kita berjalan tanpa misi, apalagi visi, maka hidup kita akan membosankan. Saya tidak sedang membicarakan jenis pekerjaan tertentu. Bagi saya semua pekerjaan sama menantangnya jika kita tidak menjalaninya sebagai rutinitas belaka tanpa misi. Jika kita meluangkan sedikit saja waktu kita untuk berpikir misi apa yang bisa kita sematkan pada fase hidup kita sekarang, maka saya yakin, hidup kita akan lebih menarik. Jika anda menganggap hidup anda menarik, apalagi orang lain.....
Maka, berikan misi pada setiap fase hidup anda, maka anda akan disenangi banyak wanita eh bukan (becanda doang hehehehe), maksudnya hidup anda akan lebih menarik dan banyak petualangan yang akan anda temui, serutin apapun job desk anda.
Live your life and you'll realize that life offers so many adventure than you can imagine....
Note: Bener gak ya bahasa Inggrisnya? hehehe...
Entri Populer
Kamis, 26 Desember 2013
Jumat, 03 Mei 2013
Mencintaimu itu...
Dear Istriku, sang pacar idaman...
7 tahun lalu...Rasa hati bagai dibawa berlari ketika tiba waktunya membedah calon pujaan hati. Jantung ini berdegup kencang ketika perlahan membukanya. Sekilas wajah manis menyeruak dari balik kertas putih beserta pernik detail lainnya. Seakan dipupuri aroma pemikat, aku seketika jatuh hati dan kemudian terjerat. Senyummu disana seakan membius, membawaku ke awan seakan membawa mimpi tanpa ingin pupus.
It was too good to be true. Seorang calon dokter solehah, tanpa pulasan di wajah, kini duduk dihadapanku beradu tanya, tentu tidak berdua. Berusaha saling mengenal, meraba hati, sambil menerka warna hati dibalik wajahmu yang kian menunduk jengah.
Dear Istriku, sang pengantin hati...
Pagi itu, tuntas sudah jeratan itu, berubah menjadi ikatan yang membahagiakan beserta tanggung jawab. Bebas saling memandang, saling menggoda, dan bermesra. Seakan hilang kekakuan dan gugup. Hari bersejarah itu sungguh tak terlupakan Hari saat kau dan aku saling (mulai) mencinta atas nama-Nya. Apapun yang kita lakukan bak warna cerah yang mengguyur dunia hingga mendung tak lagi tampak. Aku mencintaimu karena Allah...
Dear istriku, sang pendidik...
Satu persatu buah hati kita hadir, menguji dan meminta. Menguji sabar, menguji ikhlas, sambil menguji komitmen. Tanpa sadar mereka juga meminta perhatianmu, meminta belaianmu, hingga meminta tidurmu. Semua tuntas kau jalani bahkan sambil tetap menjadi istri.
Dear istriku, Kekasihku
Mari kita berdoa semoga Allah menakdirkan kita berjodoh selamanya.
Happy 7th wedding Anniversary!!!!!
7 tahun lalu...Rasa hati bagai dibawa berlari ketika tiba waktunya membedah calon pujaan hati. Jantung ini berdegup kencang ketika perlahan membukanya. Sekilas wajah manis menyeruak dari balik kertas putih beserta pernik detail lainnya. Seakan dipupuri aroma pemikat, aku seketika jatuh hati dan kemudian terjerat. Senyummu disana seakan membius, membawaku ke awan seakan membawa mimpi tanpa ingin pupus.
It was too good to be true. Seorang calon dokter solehah, tanpa pulasan di wajah, kini duduk dihadapanku beradu tanya, tentu tidak berdua. Berusaha saling mengenal, meraba hati, sambil menerka warna hati dibalik wajahmu yang kian menunduk jengah.
Dear Istriku, sang pengantin hati...
Pagi itu, tuntas sudah jeratan itu, berubah menjadi ikatan yang membahagiakan beserta tanggung jawab. Bebas saling memandang, saling menggoda, dan bermesra. Seakan hilang kekakuan dan gugup. Hari bersejarah itu sungguh tak terlupakan Hari saat kau dan aku saling (mulai) mencinta atas nama-Nya. Apapun yang kita lakukan bak warna cerah yang mengguyur dunia hingga mendung tak lagi tampak. Aku mencintaimu karena Allah...
Dear istriku, sang pendidik...
Satu persatu buah hati kita hadir, menguji dan meminta. Menguji sabar, menguji ikhlas, sambil menguji komitmen. Tanpa sadar mereka juga meminta perhatianmu, meminta belaianmu, hingga meminta tidurmu. Semua tuntas kau jalani bahkan sambil tetap menjadi istri.
Dear istriku, Kekasihku
Mari kita berdoa semoga Allah menakdirkan kita berjodoh selamanya.
Happy 7th wedding Anniversary!!!!!
Don’t Be Your Self...
“Be Your Self.”
Entah sudah berapa kali kita mendengar ungkapan tersebut.
Seakan-akan itulah resep manjur dalam mempersonifikasikan diri kita dihadapan
orang lain secara jujur.
“Peduli amat pandangan orang lain, yang penting gue udah
tampil apa adanya.”
Maka kemudian timbullah manusia-manusia berkostum
atau berdandan aneh tapi pada waktu dan tempat yang tidak tepat. Katanya sih ingin
menampilkan dirinya apa adanya tapi nyatanya hanya menambah lapisan topeng pada
wajahnya. Ya benar, tampilan yang tidak sesuai dengan keumuman masyarakat
sekitar anda dan tidak sesuai dengan keyakinan anda sebenarnya hanyalah topeng.
Anda hanya ingin dikenal sebagai bagian dari komunitas anda bukan ingin dikenal
sebagai personal yang unik dan itu bukan be yourself, setidaknya itu menurut
saya.
Kasihanilah mereka yang menggemakan kata-kata be yourself
tapi tidak benar-benar jujur tentang dirinya. Bahkan ironisnya ia tidak tahu
siapa dirinya, tidak juga mengetahui kelemahannya. Tidak hanya menolak komentar
orang tentang dirinya, bahkan mencaci maki komentator tersebut. Pokoknya Ia
hanya mau exist. Titik. (Pura-pura) Tidak peduli dengan pendapat orang lain.
Sebegitu dahsyatkah sebuah existensi? Mengapa existensi menjadi begitu penting?
Existensi penting karena dua alasan: Karena kita
adalah mahluk sosial dan secara fitrah berbeda satu sama lainnya. Nah lho, jadi
bingung deh. Mari kita bedah pernyataan di kalimat sebelumnya.
Kita adalah mahluk sosial. Apa buktinya? Mari kita
lihat diktator. Seorang pemimpin rejim yang paling kejam sekalipun adalah mahluk
sosial. Andaikan tentara yang mendukungnya tiba-tiba menolak segala perintahnya
maka mendadak kekuasaan sang diktator pun lumpuh. Kita akan selalu berinteraksi
dan membutuhkan bantuan orang lain selama hidup kita, kecuali kita mengasingkan
diri ke kutub utara ( etapi di Kutub Utara juga masih ada orang deng). Inilah
yang menjadi dasar mengapa kita disebut mahluk sosial. Jadi tanpa orang lain
kita tidak akan exist. Begitu juga sebaliknya, manakala kita sudah merasa bukan
mahluk sosial (baca: tidak mau bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya)
maka saat itu pula existensi kita terancam. Siapa lagi yang akan menopang kita
jika bukan lingkungan terdekat kita? Emangnya anda bisa ke rumah sakit sendiri ketika
terkena serangan jantung?
Walaupun kita ditakdirkan untuk hidup bersama-sama
dengan orang lain, tapi secara fitrah, tidak ada satu orang pun yang punya
paduan karakter dan sifat yang sama. Inilah faktor penting yang membuat kita
dikenali, bahkan sebelum fisik kita tampak. Seringkali dari irama langkah
seseorang kita sudah bisa menduga siapakah yang akan muncul dari balik pintu.
Paduan sifat inilah yang membuat sesorang berbeda dengan lainnya. Ini pula yang
kemudian membuat kita exist. Perbedaan yang dipunyai oleh masing-masing
individu membuat individu tersebut mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan
individu lainnya. Bisa dibayangkan jika semua orang punya sifat yang sama atau
punya bakat yang sama, misalkan memasak, maka tidak akan kita jumpai smartphone
canggih atau instrumen teknologi lainnya saat ini. Juga tidak akan kita jumpai
gedung-gedung bertingkat yang menjadi ikon kota-kota utama dunia. Jadi keunikan
kita bisa menjadi syarat existensi kita asalkan keunikan tersebut memberi
manfaat bagi manusia lainnya.
Jadi jelas ya, konsep be yourself dan existensi
tidak kompatibel. Be yourself mengisyaratkan makna statik, seakan-akan kita tidak
akan berubah. Keenganan untuk berubah menjadi lebih baik selalu disamarkan
dalam bentuk kalimat be yourself tersebut. Maka mulai sekarang, mari kita
tinggalkan konsep be yourself yang sudah usang tersebut. Mari kita menjadi be
the best version of yourself
Sabtu, 13 April 2013
Teh Rini VS Cut Tari...
Teh Rini VS Cut Tari? Maksud lo? Pasti pada bingung dengan judul diatas. Judul diatas bukan dibuat untuk meniru judul film Jason VS Fredy atau niru-niru judul film pocong vs kuntilanank tapi memang sengaja saya bikin karena beberapa kejadian yang sempat heboh beberapa waktu lalu di Indonesia. Siapakah teh Rini? dia adalah istri kedua aa Gym yang sedang ramai diburu wartawan untuk dimintai pendapatnya mengenai gosip permintaan cerai teh Ninih istri pertama aa Gym. Sampai-sampai pada nginep tiap hari ngalahin satpam perumahan.
Rasa-rasanya Allah memang sengaja sekali lagi ingin menguji bangsa ini dengan pilihan-pilihan yang jelas dan tidak abu-abu apakah anda memilih membenci perzinahan atau membenci poligami. Masih lekat dalam ingatan kita betapa dulu berita poligami aa Gym timbulnya bersamaan dengan skandal perzinahan Yahya Zaini. Sayangnya yang direspon dengan cepat justru poligaminya aa Gym yang halal. Begitu juga dengan sebagian besar jamaah DT langsung meninggalkan pengajiannya aa Gym. Padahal tidak ada yang salah dengan poligami begitu juga tidak pernah ada yang membenarkan perzinahan. Kali ini kita kembali disuguhkan oleh Allah kisah yang hampir mirip hanya saja sekarang pemerannya Cut Tari dan Ariel yang telah diakui dengan terang benderang oleh Cut Tari kalo yang di video porno itu memang dia. Entah sengaja atau tidak, media selalu mengumbar aktivitas sang pemeran pria di penjara secara berlebihan. Bahkan setelah keluar pun masih saja dielu-elukan bagai pahlawan baru pulang dari medan perang. Sungguh saya tidak habis pikir dengan kelakuan media kita.
Intinya sih, fine kalo emang kita gak setuju poligami tapi jangan sampai kita menghujat poligami seakan itu sebuah kemaksiatan tapi sangat cepat memaafkan ketika perzinahan terjadi. Poligami itu sikap ksatria sesungguhnya men (dibanding selingkuh). Elo seneng sama seseorang tapi elo udah punya istri, ya nikahin lah bukannya diselingkuhin apalagi ditidurin trus direkam. Terus terang saya geram (bukan karena ngiri loh hehehhe...) dengan pemberitaan yang tidak berimbang dan memberikan pencitraan yang salah kepada masyarakat. Semoga Allah mengampuni kita yang hanya bisa membenci dalam hati.
Rasa-rasanya Allah memang sengaja sekali lagi ingin menguji bangsa ini dengan pilihan-pilihan yang jelas dan tidak abu-abu apakah anda memilih membenci perzinahan atau membenci poligami. Masih lekat dalam ingatan kita betapa dulu berita poligami aa Gym timbulnya bersamaan dengan skandal perzinahan Yahya Zaini. Sayangnya yang direspon dengan cepat justru poligaminya aa Gym yang halal. Begitu juga dengan sebagian besar jamaah DT langsung meninggalkan pengajiannya aa Gym. Padahal tidak ada yang salah dengan poligami begitu juga tidak pernah ada yang membenarkan perzinahan. Kali ini kita kembali disuguhkan oleh Allah kisah yang hampir mirip hanya saja sekarang pemerannya Cut Tari dan Ariel yang telah diakui dengan terang benderang oleh Cut Tari kalo yang di video porno itu memang dia. Entah sengaja atau tidak, media selalu mengumbar aktivitas sang pemeran pria di penjara secara berlebihan. Bahkan setelah keluar pun masih saja dielu-elukan bagai pahlawan baru pulang dari medan perang. Sungguh saya tidak habis pikir dengan kelakuan media kita.
Intinya sih, fine kalo emang kita gak setuju poligami tapi jangan sampai kita menghujat poligami seakan itu sebuah kemaksiatan tapi sangat cepat memaafkan ketika perzinahan terjadi. Poligami itu sikap ksatria sesungguhnya men (dibanding selingkuh). Elo seneng sama seseorang tapi elo udah punya istri, ya nikahin lah bukannya diselingkuhin apalagi ditidurin trus direkam. Terus terang saya geram (bukan karena ngiri loh hehehhe...) dengan pemberitaan yang tidak berimbang dan memberikan pencitraan yang salah kepada masyarakat. Semoga Allah mengampuni kita yang hanya bisa membenci dalam hati.
Jangan Move on...
Kalo menurut banyak orang, malam minggu adalah malam yang paling romantis maka bagi saya malam paling romantis adalah malam jum'at. Langsung deh para pemirsa blog ini mikirnya ke aktivitas yang satu ituh, yang katanya sunnah Rasul. Giliran yang enak aja, langsung semangat bilang sunnah Rosul tanpa meneliti status hadisnya. Jadi kembali ke malam jum'at, berasa lebih romantis karena sering saya dan istri menemukan momen-momen kedekatan di malam ini seperti sharing cerita sambil pelukan (yang jomblo wajib ngiri, biar cepet nikah...hehehe), ngobrolin rencana masa depan, sampai marahin anak-anak barengan...hahahaha.
Kita sering banget sharing mengenai apa aja, bahkan juga tentang cinta. Istri saya adalah suporter fanatik saya dalam belajar bagaimana membuatnya tetap jatuh cinta. Bagi kami, jatuh cinta itu harus berkali-kali, bahkan kalo perlu tiap hari. Fyi, bikin wanita yang kita inginkan jatuh cinta secara sadar ke pria itu tidak mudah lho, ada ilmunya bahkan ada triknya. Kami sering searching bareng materi-materi bagaimana membuat wanita jatuh cinta bahkan aplikasi langsung, untuk melihat keampuhan dari metode tersebut. Ternyata belajar membuat jatuh cinta orang yang kita sayangi itu jauh lebih indah dan mengasikkan ketika dilakukan setelah menikah. Jika berhasil maka rumahku surgaku bukanlah sebuah utopia tapi jika gagal ya kita belajar lagi. Inilah cara belajar cinta paling efektif dan tanpa sakit hati serta Insya Allah berpahala.
Hal yang persis berlawanan justru banyak dilakukan teman-teman kita, tidak hanya yang masih ABG tapi juga yang sudah usia tiga puluhan, dalam mencari cinta. Mereka merasa bahwa belajar mencintai itu dilakukan terlebih dahulu sebelum menikah sampai berhasil baru kemudian berkomitmen (baca: menikah). Tapi seringkali setelah menikah mereka merasa telah menikahi orang lain. Bukan orang yang mereka cintai selagi pacaran. Itulah bedanya pacaran dan menikah. Pacaran hanya belajar berpura-pura menjadi pasangan ideal. Tapi menikah, tidak hanya belajar menjadi, tapi terus belajar tanpa henti. Seringkali kegagalan pasangn yang menikah setelah berpacaran lama karena mereka merasa sudah sangat mengenal pasangannya sehingga akhirnya mereka berhenti belajar. Padahal manusia sangatlah rumit dan terus berubah seiring waktu.
Jadi, jangan pernah move on kalo kamu gak pernah belajar bagaimana menumbuhkan dan merawat cinta secara benar. Karena siapapun pasangan kamu, gak akan pernah langgeng selama kamu berhenti belajar dan tidak menyadari bahwa cinta sejati itu tak pernah ada sebelum komitmen dan tak akan langgeng tanpa sebuah ikatan permanen.
Kita sering banget sharing mengenai apa aja, bahkan juga tentang cinta. Istri saya adalah suporter fanatik saya dalam belajar bagaimana membuatnya tetap jatuh cinta. Bagi kami, jatuh cinta itu harus berkali-kali, bahkan kalo perlu tiap hari. Fyi, bikin wanita yang kita inginkan jatuh cinta secara sadar ke pria itu tidak mudah lho, ada ilmunya bahkan ada triknya. Kami sering searching bareng materi-materi bagaimana membuat wanita jatuh cinta bahkan aplikasi langsung, untuk melihat keampuhan dari metode tersebut. Ternyata belajar membuat jatuh cinta orang yang kita sayangi itu jauh lebih indah dan mengasikkan ketika dilakukan setelah menikah. Jika berhasil maka rumahku surgaku bukanlah sebuah utopia tapi jika gagal ya kita belajar lagi. Inilah cara belajar cinta paling efektif dan tanpa sakit hati serta Insya Allah berpahala.
Hal yang persis berlawanan justru banyak dilakukan teman-teman kita, tidak hanya yang masih ABG tapi juga yang sudah usia tiga puluhan, dalam mencari cinta. Mereka merasa bahwa belajar mencintai itu dilakukan terlebih dahulu sebelum menikah sampai berhasil baru kemudian berkomitmen (baca: menikah). Tapi seringkali setelah menikah mereka merasa telah menikahi orang lain. Bukan orang yang mereka cintai selagi pacaran. Itulah bedanya pacaran dan menikah. Pacaran hanya belajar berpura-pura menjadi pasangan ideal. Tapi menikah, tidak hanya belajar menjadi, tapi terus belajar tanpa henti. Seringkali kegagalan pasangn yang menikah setelah berpacaran lama karena mereka merasa sudah sangat mengenal pasangannya sehingga akhirnya mereka berhenti belajar. Padahal manusia sangatlah rumit dan terus berubah seiring waktu.
Jadi, jangan pernah move on kalo kamu gak pernah belajar bagaimana menumbuhkan dan merawat cinta secara benar. Karena siapapun pasangan kamu, gak akan pernah langgeng selama kamu berhenti belajar dan tidak menyadari bahwa cinta sejati itu tak pernah ada sebelum komitmen dan tak akan langgeng tanpa sebuah ikatan permanen.
Langganan:
Postingan (Atom)