Entri Populer

Jumat, 03 Juni 2011

Praktikum Kimia Analisa

Semua mahasiswa kimia mipa pasti dapet praktikum ini karena praktikum ini termasuk ikonnya jurusan kimia. Saking terkenalnya temen2 saya suka kurang lengkap nyebutnya. Contoh fragmen sebelum praktikum:

temen: "dhik, ayo ke lab anal!"
saya: "gak ah kejauhan."
temen: "kejauhan?" (sambil jidat mengerut )
Saya: "Ya iya lah, lab anal adanya khan di Salemba. emang disini ada lab buat ngecek b*k*ng"
Temen: "&%$)=!" yang artinya &%&/(&/=  

Ini lab emang top abis. Kepala labnya dosen senior ibu Endang, doktor kimia lulusan luar negeri. Sebagai gambaran seberapa seniornya dosen ini adalah beliau sudah mengajar ketika bapak saya masuk jurusan ini padahal bapak saya kimia angkatan 73. Jadi boleh dibilang dosen 2 generasi. Ibu yang satu ini terkenal killer dan galak. Saking masyur nya setiap ketemu alumni kimia UI salah satu pertanyaan favorit adalah: Bu Endang masih ngajar gak? Tapi emang beliau pinter banget dan saya salut sama kerja beliau.

Ketika saya menjalani praktikum di lab ini banyak ceritanya baik lucu maupun derita, yang mana keduanya dilalui dengan kondisi kurang sehat. Well, tiap praktkum kita wajib minum susu untuk menetralisir racun (katanya sih, bener gak ya?) yang mana tidak selalu saya lakukan karena mepetnya kondisi keuangan..

Jadi tahapan praktikum di lab ini adalah kita harus menganalisa sampel yang diberikan oleh asisten lab. Season pertama analisa kualitatif dan mingu pertama sampel mengandung 1 anion dan 1 kation. minggu berikutnya meningkat sampe terakhir 4 kation 4 anion. terus ujian dengan unknown sample. Pas minggu pertama sih kita masih exciting banget. minggu kedua, "kok kurang 1 anion ya?". Minggu ketiga, "sempat terpikir mampir ke kuburan deket asrama UI, siapa tau dapet wangsit tapi pasti syirik". Minggu keempat,"kayanya saya salah masuk jurusan nih". Malah temen saya sampelnya sempet dibuang padahal dia belum selesai analisa. Untung sebelum ngelab udah sarapan kalo engga bisa muncul dikoran kriminal gara-gara ada mahasiswa makan orang pas praktikum kimia analisa.

Anyway, Setelah sempat kurang gizi dan kurang tidur karena praktikum sampe malam dan ngerjain laporan akhirnya selesai juga praktikumnya. Beberapa tahun kemudian barulah saya menyadari bahwa inilah salah satu kompetensi utama dari seorang chemist dan saya harus merelakan waktu senggang saya untuk belajar lagi berhubung dulu pas praktium gak terlalu banyak yang saya dapat. So guys, jangan lemah, jangan lengah, dan jangan putus asa karena belanda masih jauh oopss, maksudnya keep study and don't let your mistakes stand in the way.